Jadwal Musda Golkar Jatim Belum Pasti, Pelaksanaannya Tunggu Arahan DPP

Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar M Sarmuji
Sumber :
  • Viva Jatim/A Toriq A

Surabaya, VIVA JatimForum Musyawarah Daerah atau Musda DPD Partai Golkar Jawa Timur yang direncakan digelar dalam waktu dekat masih belum menemukan kepastian tanggal pelaksanaannya.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar M Sarmuji mengaku, pelaksanaan Musda DPD Golkar Jatim masih harus menunggu penjadwalan dari DPP Partai Golkar.

"Untuk kepastiannya saat ini masih menunggu penjadwalan Dewan Pimpinan Pusat (DPP)," kata Sarmuji, Senin 20 Januari 2025.

M Sarmuji sendiri yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Golkar Jatim mematikan tidak akan maju lagi, meski banyak dukungan untuk kembali memimpin Golkar Jatim. Ia menegaskan akan fokus di posisi yang sekarang didudukinya, sebagai Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar.

"Dapat amanah Sekjen, tidak bisa lagi tetap jadi Ketua," tegas Sarmuji. 

Musda DPD Partai Golkar memiliki agenda utama memilih Ketua DPD Partai Golkar Jatim. Pada pemilihan ini sudah ada beberapa kader Golkar Jatim yang masuk dalam bursa calon Ketua DPD Golkar Jatim.

Di antara nama-nama yang masuk bursa Calon Ketua DPD Golkar Jatim diantaranya Blegur Prijanggono, kader Golkar yang kini duduk di posisi Wakil Ketua DPRD Jatim. Kemudian politisi senior Golkar yang juga anggota DPRD Jatim Kodrat Sunyoto. Ketua Fraksi Golkar DPRD Jatim Pranaya Yudha Mahardhika juga muncul dalam bursa calon Ketua Golkar Jatim.

Selain kader yang duduk di kursi DPRD Jatim, ada nama-nama kader Golkar yang menjabat sebagai kepala daerah dan turut bersaing di bursa calon ketua. Seperti Wali Kota Pasuruan terpilih Adi Wibowo. Selanjutnya Bupati Tuban terpilih Aditya Halindra. 

Tidak hanya itu, nama-nama lain yang tidak kalah santernya diisukan maju sebagai calon Ketua Golkar Jatim diantaranya anggota Fraksi Golkar DPR RI Ali Mufthi. Kemudian anggota Fraksi Golkar DPR RI Zulfikar Arse Sadikin, dan mantan Sekretaris Daerah Pemprov Jatim Heru Tjahjono yang kini menjabat DPR RI dari Partai Golkar.