Kabut Pekat Selimuti Jawa Timur, Ini Penjelasan BMKG
- Mokhamad Dofir/Viva Jatim
Surabaya, VIVA Jatim –Sejumlahwilayah di Jawa Timur terpantau diselimuti kabut pekat pada pagi hari Senin, 2 Juni 2025, yang turut membuat suasana menjadi lebih sejuk dan lembap dibanding hari-hari biasanya.
Fenomena ini menurut penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda terjadi akibat tingginya kadar kelembapan di lapisan udara dekat permukaan.
"Penyebab terjadinya kabut dikarenakan kelembapan udara yang cukup tinggi," tulis BMKG dilihat Viva Jatim.
Kelembapan udara pada saat kabut pekat tercatat berkisar antara 53 hingga 100 persen dengan kecepatan angin mencapai 5 sampai 31 kilometer per jam bergerak dari timur laut. Sedangkan suhu udara terpantau 12 hingga 32 derajat celcius.
Kemudian dengan kondisi langit yang cerah pada malam hari, lanjut BMKG, dapat mempercepat pendinginan suhu permukaan hingga mendekati suhu titik embun maka menyebabkan sejumlah wilayah di Jawa Timur diselimuti kabut pekat pada pagi hari tadi.
Dirangkum dari berbagai sumber, titik embun adalah suhu yang dibutuhkan udara untuk didinginkanpada tekanan konstan agar menghasilkan kelembapan relatif seratus persen.
Suhu ini bergantung pada tekanan dan kadar air di udara. Ketika udara pada suhu di atas titik embun didinginkan, kapasitas kelembapannya berkurang dan uap air di udara akan mengembun membentuk air cair yang dikenal sebagai embun. Ketika ini terjadi melalui kontak udara dengan permukaan yang lebih dingin, embun akan terbentuk di permukaan tersebut.
Beberapa wilayah di Jawa Timur yang dilaporkan mengalami kabut pekat antara lain, Mojokerto, Jombang, Gresik, Lamongan, Tuban dan Bojonegoro.