FBKK Diminta Perluas Akses Pekerjaan bagi Lulusan SMA dan SMK

Kadindik Jatim, Aries Agung Paewai Mengukuhkan Pengurus FBKK Jatim Periode 2026-2029.
Sumber :
  • Rachmad Fahrizal Tito

Surabaya, VIVA Jatim-Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur memperkuat peran Forum Bursa Kerja Khusus (FBKK) untuk memperluas akses pekerjaan bagi lulusan SMA dan SMK. Salah satu langkahnya dengan mendorong pendampingan karier dan pengenalan dunia industri sejak murid masih duduk di kelas 10.

Komitmen tersebut ditandai dengan pengukuhan Pengurus FBKK Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 oleh Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai. Kegiatan yang diikuti 300 peserta itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan antara satuan pendidikan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Aries mengatakan, FBKK memiliki posisi strategis untuk menjembatani kebutuhan dunia pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja. Sekolah tidak cukup hanya membekali murid dengan kompetensi, tetapi juga harus memastikan mereka memiliki akses informasi dan kesempatan memasuki dunia kerja.

“Harapan kami, melalui kepengurusan FBKK yang baru ini, semakin banyak jejaring kerja yang dapat dibangun, semakin luas kemitraan yang bisa dijalin, dan semakin terbuka peluang kerja bagi murid-murid kita. Jangan sampai murid sudah lulus, memiliki kompetensi, tetapi tidak mendapatkan informasi maupun akses untuk memasuki dunia kerja. Di sinilah peran BKK dan FBKK menjadi sangat penting,” ujar Aries.

Menurutnya, perkembangan dunia usaha dan industri berlangsung dinamis seiring perubahan teknologi dan kebutuhan tenaga kerja. Kondisi tersebut menuntut sekolah untuk terus menyesuaikan kompetensi lulusan dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Karena itu, FBKK diharapkan tidak hanya menjadi forum komunikasi antarpengelola Bursa Kerja Khusus (BKK) di sekolah. Organisasi tersebut juga perlu aktif membangun jejaring dengan perusahaan, asosiasi industri, lembaga pelatihan, serta berbagai mitra strategis yang berpotensi membuka kesempatan kerja bagi lulusan.

Aries menekankan, kemitraan yang dibangun harus menghasilkan manfaat konkret bagi murid. Tidak sekadar penandatanganan kerja sama, tetapi juga membuka akses informasi lowongan, rekrutmen tenaga kerja, pemagangan, pelatihan sesuai kebutuhan industri, hingga penempatan kerja.

“Semakin banyak jejaring yang dibangun akan semakin besar pula peluang yang dapat diakses oleh murid. Namun, kemitraan tersebut harus menghasilkan tindak lanjut yang konkret, bukan sekadar penandatanganan kerja sama atau hubungan formal antarlembaga,” jelasnya.