Madura United Gagal ke Final AFC Challenge League, Kini Fokus ke Liga 1
- Istimewa
Gresik, VIVA Jatim-Madura United gagal melaju ke final AFC Challenge League setelah hanya bermain imbang 3-3 melawan Svay Rieng pada leg kedua babak semifinal, di Stadion Gelora Joko Samudro, Kamis, 17 April 2025. Sehingga Laskar Sape Kerrrab kalah dengan agregat 3-6. Kekalahan ini membuat Madura United kini bisa fokus ke Liga 1.
Madura United kini menduduki posisi 14 klasemen sementara Liga 1. Namun mereka belum aman dari jurang degradasi di tujuh sisa pertandingan musim ini. Pasalnya, mereka hanya unggul dua poin dari dua tim zona degradasi yakni PSIS dan Semen Padang.
Pelatih Madura United Alfrdo Vera mengakui bahwa Svay Rieng bermain bagus. Sistem permainan mereka berjalan dengan baik sehingga menyulitkan anak asuhnya mengembangkan permainan di laga tersebut.
Namun Alfredo membantah bahwa kegagalan ini karena konsentrasi terpecah ke Liga 1. Ia menegaskan tim juga mempunyai tekad lolos ke babak final. Alfredo juga enggan mencari kambing hatim yang akan dijadikan alasan kegagalan ini. Termasuk karena alasan kelelahan.
"Menurut saya hari ini tidak ada karena kelelahan, hari ini bermain bagus. Lawan juga bermain bagus terjadi pertandingan seperti itu," ujar Alfredo usai pertandingan.
Madura United sejatinya bermain lebih menyerang dibandingkan pada leg pertama. Di menit awal, Madura United juga menekan pertahanan Svay Rieng. Namun tim tamu dengan cepat bisa berbalik menguasai permainan.
Hingga Svay Rieng berhasil membobol gawang Madura United melalui Gabriel Silva. Unggul 0-1 membuat Svay Rieng kian nyaman menguasai permainan. Sementara tuan rumah cukup kesulitan melakukan serangan dan pergerakan karena pressing ketat para pemain lawan.
Madura United sempat menyamakan kedudukan 1-1 pada menit ke-27 lewat Pedro Monteiro. Namun Svay Rieng kembali unggul 1-2 satu menit berselang oleh Bounkong. Dan skor tersebut bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, tuan rumah mencoba mencuri gol cepat guna mengejar ketertinggalan agregat. Namun justru gawang Madura United kembali bobol oleh Min Ratanak pada menit ke-56 sekaligus membawa Svay Rieng unggul 1-3.
Tak lama kemudian, Andi Irfan mencetak gol untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3. Namun petaka harus diterima tuan rumah ketika Haudi Abdillah mendapatkan kartu kuning kedua yang membuat dia harus keluar lapangan.