Kericuhan Antar Suporter Madura United Vs Persis Solo, Ini Kronologinya

Kericuhan Antar Suporter Madura United Vs Persis
Sumber :
  • Madura United

Pamekasan, VIVA Jatim-Kericuhan antar suporter terjadi saat pertandingan antara Madura United menjamu Persis Solo dalam pertandingan perdana Liga Super League musim 2025/2026, di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Sabtu, 9 Agustus 2025. Laga ini berakhir dengan kemenangan untuk Persis 2-1.

img_title Tavares Enggan Berpuas Diri Meski Persebaya Menang atas PSIM

Komisaris PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB) Zia Ul Haq menjelaskan kronologi kericuhan tersebut. Menurutnya situasi yang semula berjalan normal. Namun berubah ricuh setelah sejumlah aksi provokatif dilakukan oleh oknum suporter tim tamu.

Sejak gol pertama, katanya, sudah terjadi pelemparan ke arah pemain Madura United yang sedang melakukan pemanasan di tepi lapangan. Hanya saja pelemprannya tidak meluas.

img_title Persela Lamongan Sukses Lumat Persis Solo 2-0 di Laga Perdana

"Memasuki proses pemeriksaan VAR untuk gol kedua, saya menyaksikan langsung sejumlah suporter Persis Solo mulai melempar botol minuman ke arah tribun suporter Madura United yang sedang meneriakkan harapan agar gol tersebut dianulir," ujarnya, Minggu, 10 Agustus 2025.

Dan salah satu lemparan mereka mengenai kepala Hendra Zulkarnain, salah satu wartawan senior asal Pamekasan yang hadir menggunakan kursi roda di tribun disabilitas VIP Selatan. Saat itu, Zia mengaku sedang berada di dekat Hendra untuk memberikan dukungan secara langsung dan bersama rekan-rekan media senior lainnya seperti Tabri S Munir yang sekarang menjabat sebagai DPRD di pamekasan.

img_title Ini Penilaian Catur Pamungkas tentang PSIM

"Naasnya, kita juga terkena lemparan botol tersebut," katanya.

Pada awalnya, Zia tak ingin turun ke lapangan karena tidak memakai ID Card. Disamping itu juga sedang menemani keluarga dan anak-anaknya. Namu dengan adanya insiden tersebut, Zia secara spontan meminta para suporter untuk menghentikan pelemparan dan kembali ke tempat masing-masing.

Zia lalu turun ke bawah di dampingi Ferdy selaku Media Officer Madura United dan Bryan selaku Media Officer Persis solo untuk menenangkan situasi tersebut.

"Namun, justru saya menjadi sasaran lemparan berikutnya hingga mengenai punggung saya. Mereka melempari botol, batu, putung rokok sembari mengatakan rasis kepada saya. Manusia mexicolah, penjual sate kampungan lah madura anjing lah, dan lain sebagainya," tuturnya.

Situasi ini kemudian memicu reaksi dari sebagian suporter Madura United yang membalas lemparan tersebut, hingga akhirnya lemparan juga mengarah ke area tribun media dan mengenai rekan-rekan wartawan lainnya.

Halaman Selanjutnya
img_title