Gairah Sepak Bola Putri Meledak, Final Milklife Soccer Challenge Malang Berlangsung Meriah

Milk Life Soccer Challenge di Stadion Gajayana Kota Malang.
Sumber :
  • Uki Rama/VIVA Jatim

Malang, VIVA Jatim – Antusiasme tinggi mewarnai partai final Milklife Soccer Challenge 2025 yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada Minggu, 16 November 2025. Kompetisi yang digelar oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama Milklife ini kembali menjadi panggung bagi talenta-talenta muda sepak bola putri di Malang Raya. 

img_title Heroes Push Bike Championship Perdana Diserbu 600 Rider, Peserta Datang dari Empat Negara

Pada kelompok umur 10 (KU 10), MI Al Ihsan keluar sebagai juara usai menang meyakinkan 4-0 atas SDN Sawojajar 5. Sementara pada KU 12, SDN Mojorejo 01 memastikan gelar juara setelah menaklukkan SDN 3 Pandanlandung dengan skor tipis 1-0.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyabut baik gelaran bergengsi ini. Ia juga turut mengapresiasi atas partisipasi sekolah dan pemain dalam ajang tahunan ini. Ia menyebut hampir 2.000 pemain ambil bagian, menunjukkan bahwa sepak bola putri di Malang memiliki potensi besar untuk berkembang.

img_title Penalti So

“Harapannya, Milklife bisa menjadi barometer penyelenggaraan sepakbola putri di Malang. Antusiasnya luar biasa, dan saya berharap kedepan Malang kembali dipercaya menjadi tuan rumah,” ujar Wahyu, Minggu, 16 November 2025.

Pria nomor satu di jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Malang ini juga menegaskan bahwa kompetisi berjenjang dan pembenahan struktur pembinaan sepak bola di Malang menjadi prioritas ke depan.

img_title Hore! KONI Jatim Kukuhkan Olah Raga Domino sebagai Cabor Baru

“Ini semangat baru, agar lebih semangat lagi Pemkot Malang akan memberikan hadiah beasiswa masuk sekolah negeri gratis untuk pemenang. Ini menjadi salah satu bentuk dukungan dari kami,” katanya. 

Sementara itu, Deputy Program Manager Bakti Olahraga Djarum Foundation, Welly Arisanto, melihat tingginya minat peserta sebagai awal baik bagi pengembangan sepak bola putri di kota ini. 

Ia optimistis Malang bisa bersaing dengan kota-kota lain penyelenggara MilkLife Soccer Challenge.

“Ini menjadi suatu langkah awal baik menggerakkan roda ekosistem pembinaan sepakbola putri sejak usia dini yang muaranya untuk melahirkan talenta sepakbola putri berbakat," tutur Welly. 

Head Coach Milklife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, menilai kemampuan teknik para pemain putri di Malang mengalami peningkatan signifikan. Namun ia mengingatkan pentingnya konsistensi latihan untuk menjaga kualitas permainan.

“Ada sekolah yang tampil sangat serius, ada juga yang sekadar tampil. Harapan saya, Malang bisa menjadi kota dengan peserta serius terbanyak dibanding 10 kota tuan rumah lainnya. Animo sepak bola di Malang luar biasa, tinggal dijaga agar ke depan bisa lebih maju,” tegas Timo.

Halaman Selanjutnya
img_title