Gresik United FC Disanksi Ratusan Juta Rupiah oleh Komdis PSSI, Ini Pelanggarannya
- Tofan Bram Kumara
Jakarta, VIVA Jatim – Klub sepak bola asal Kabupaten Gresik, Gresik United FC, dijatuhi sanksi membayar denda ratusan juta rupiah oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI akibat pelanggaran berat yang melibatkan suporter. Sanksi tersebut berdasarkan hasil sidang Komdis PSSI pada 9 Desember 2025 lalu.
Komdis PSSI menyatakan, lansir VIVA.co.id pada Senin, 22 Desember 2025, Gresik United FC diminta bertanggung jawab atas tindakan suporternya yang melontarkan kalimat rasis kepada tim lawan, Waanal Brother FC, saat bertanding pada 5 Desember 2025 lalu. Gara-gara itu pula pertandingan sempat terhenti selama lima menit.
Selain denda Rp125 juta, Komdis PSSI juga menjatuhkan sanksi kepada klub Liga Nusantara itu larangan menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sebanyak satu laga saat Gresik United FC menjadi tuan rumah.
Tak hanya Gresik United. Komdis PSSI juga menjatuhkan sanksi kepada salah satu klub peserta BRI Super League 2025-2026, PSM Makassar. Klub tersebut disanksi denda Rp30 juta gegara ulah penonton melemparkan botol bekas air minum kemasan dari Tribun VIP dan Tribun Timur saat bertanding melawan Persebaya Surabaya pada 6 Desember 2025.
Dalam sidang Komdis PSSI pada 7 Desember, sejumlah klub Liga Nusantara juga terkenda sanksi. Di antaranya Persebata Lembata didenda Rp15 juta karena enam pemainnya menerima kartu kuning saat melawan Persiba Bantul.
Kemudian Persibo Bojonegoro disanksi Rp5 juta akibat pengulangan pelanggaran disiplin karena pelatih kepala tidak hadir dalam sesi post match press conference. Adapun Tribrata Rafflesia FC didenda Rp2.500.000 karena menghadirkan pemain yang tidak terdaftar dalam Starting XI pada sesi pre match press conference saat melawan Persikota Kota Tangerang.
Tak hanya klub. Sejumlah pemain U-16 dan U-20 juga dijatuhi sanksi larangan bermain dan denda akibat tindakan keras yang berujung pada kartu merah, berdasarkan sidang Komdis PSSI pada 10 Desember 2025. Beberapa pemain yang dijatuhi sanksi, di antaranya, I Gusti Ngurah Agung Bagus Indra Yudistira dari Bali United U-16.
Juga Vleno Kalinga Sembiring dari Persib Bandung U-16, Ferizqho Raditya dari Semen Padang U-16, dan Nersa Sudana dari Arema FC U-16. Mereka rata-rata menerima sanksi denda Rp10 juta dan sanksi tambahan larangan bermain dua kali pertandingan.