Panpel Madura United Kecewa Oknum Suporter Lempar Bus Borneo FC dengan Batu
- MO Madura United
Pamekasan, VIVA Jatim-Ketua Panpel Madura United, Mohammad Alwi menyampaikan kekecewaan atas tindakan salah satu oknum suporter yang telah melakukan perbuatan di luar nilai-nilai sportivitas sepak bola saat Madura United melawan Borneo FC, di Stadion Gelora Ratu Pamelingan Pamekasan, Minggu, 5 April 2026. Usai pertandingan oknum suporter Madura United melempar bus dari Borneo FC dengan batu.
Alwi menegaskan bahwa rivalitas dalam sepak bola hanya berlangsung selama 90 menit di dalam lapangan. Lebih dari itu, semua terikat oleh nilai kebersamaan dan persaudaraan, sebagaimana slogan klub “Madruji” (Madura Damai, Rukun, dan Terpuji).
Ia menjelaskan sebagai bagian dari masyarakat Madura, klub juga menjunjung tinggi filosofi “Andhap Asor” dalam nilai “Tengka” yaitu sikap rendah hati, saling menghormati, serta menjunjung tinggi etika dan sopan santun dalam kehidupan sosial.
"Nilai ini seharusnya menjadi landasan dalam setiap tindakan, termasuk dalam mendukung tim kebanggaan," ujarnya dalam keterangan resminya.
Oleh karena itu, Alwi menegaskan tindak oknum suporter tersebut tak dapat dibenarkan. Alwi mengutuk keras segala bentuk perilaku yang mencederai sportivitas dan semangat fair play.
"Secara terbuka, Panpel Madura United FC juga menyampaikan permohonan maaf kepada manajemen Borneo FC atas insiden yang terjadi," katanya.
Alwi menegaskan bahwa manajemen siap mendukung penuh setiap proses serta langkah yang akan diambil oleh pihak berwenang dalam menyikapi kejadian ini. Hal ini demi menjaga integritas dan kehormatan sepak bola Indonesia.
Dalam laga ini, Laskar Sape Kerrab ditekuk Borneo FC 1-3. Hasil ini memperpanjang catatan buruk Madura United musim ini.