Piala AFF U-17: Indonesia Dipermalukan Malaysia 0-1, Peluang ke Semifinal Menipis
- Istimewa.
Gresik, VIVA Jatim-Nasib sial dialami Timnas Indonesia U-17, setelah di permalukan Malaysia dengan skor 0-1 di ajang Piala AFF U-17 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Kamis, 16 April 2026 pada laga kedua grup A.
Gol tunggal Malaysia U-17 di cetak Muhammad Fareez Danial pada menit 33 melalui sundulan kepala setelah meneruskan umpan lambung dari tendangan penjuru Nur Azam Muslim.
Kekalahan ini membuat peluang Indonesia untuk lolos ke babak semifinal menipis alias diujung tanduk. Kekalahan ini merosot ke peringkat ketiga Grup A Piala AFF U-17 2026.
Artinya, pada laga ketiga, Minggu, 19 April 2026 harus menang saat kontra Vietnam di Stadion Delta Sidoarjo. Dan berharap Malaysia kalah dari Timor Leste di hari yang sama.
Jalannya pertandingan
Timnas U-17 Indonesia langsung tampil agresif sejak peluit awal dibunyikan. Tekanan demi tekanan dilancarkan ke lini pertahanan Malaysia, memaksa lawan bermain bertahan di awal laga.
Dalam 15 menit pertama, Garuda Muda menciptakan setidaknya tiga peluang emas. Namun, buruknya penyelesaian akhir membuat peluang tersebut gagal berbuah gol.
Alih-alih unggul, Indonesia justru harus kebobolan lebih dulu. Pada menit ke-33, Malaysia berhasil memecah kebuntuan melalui sundulan Muhammad Fareez Danial yang memaksimalkan situasi sepak pojok. Tandukan dari sudut sempit tak mampu dihalau lini belakang Indonesia.
Memasuki babak kedua, Indonesia meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan. Sejumlah peluang kembali tercipta, tetapi efektivitas di depan gawang masih menjadi kendala utama.
Peluang emas hadir pada menit ke-45 ketika Sean Rahman Kastor berhasil lolos dari kawalan dan menembus kotak penalti. Namun, sepakannya masih mampu diantisipasi dengan baik oleh kiper Malaysia.
Tak lama berselang, Chico Jericho mencoba peruntungan melalui tembakan jarak jauh. Sayangnya, upaya tersebut belum cukup mengancam dan dengan mudah diamankan penjaga gawang lawan.
Di sisi lain, Malaysia tampil disiplin dan efektif, terutama melalui skema serangan balik. Meski hanya mengandalkan sedikit pemain di lini depan, mereka tetap mampu menghadirkan ancaman berarti.
Ahmad Muzakif menjadi motor serangan yang kerap merepotkan pertahanan Indonesia. Beberapa percobaannya memaksa kiper Noah Duvert bekerja keras menjaga gawang tetap aman dari kebobolan tambahan.