Stadion Gajah Mada Mojokerto Direvitalisasi, Lapangan Berstandar FIFA Ditarget Rampung Akhir Tahun

Para Pekerja Sedang Mengerjakan Proyek Revitalisasi Stadion Gajah Mada Mojokerto.
Sumber :
  • M. Lutfi Hermansyah

Meski jadwal kontrak berakhir pada Desember 2026, Pemkab Mojokerto meminta kontraktor mempercepat pelaksanaan pekerjaan agar tidak terganggu musim hujan.

img_title Pengadaan Lahan Pusat Pemerintahan Baru Pemkab Mojokerto Terganjal LSD

"Secara schedule memang selesai Desember, tetapi kami meminta percepatan karena tidak ingin mengambil risiko terkait cuaca. Sejak awal kontrak rekanan sudah menyiapkan program percepatan sehingga setiap minggu dan setiap bulan sudah kami berikan target. Insyaallah timeline percepatan selesai November," tutur Yuni.

Ia menambahkan revitalisasi stadion dilakukan secara bertahap sesuai master plan. Setelah pembangunan lapangan sepak bola dan lintasan atletik selesai, tahap berikutnya akan dilanjutkan dengan pembangunan tribun, penataan kawasan, area parkir, taman, hingga pagar stadion.

img_title Fasilitasi Urus Izin Galian C Mojokerto: Solusi atau Jalan Buntu bagi Pengusaha?

Sebelumnya, melalui Perubahan APBD 2025, Pemkab Mojokerto telah mengalokasikan sekitar Rp3,8 miliar untuk perbaikan awal Stadion Gajah Mada. Pekerjaan tersebut meliputi pavingisasi kawasan stadion, rehabilitasi toilet, renovasi ruang sisi selatan, pengecatan, perbaikan Ground Water Tank (GWT), serta pembangunan drainase pendukung.

Sementara itu, Project Manager PT Dharma Maju Sentosa, Reziksufi, mengatakan pekerjaan saat ini diprioritaskan pada pembangunan sistem drainase sebelum memasuki tahap penanaman rumput.

img_title Ajinomoto Dorong Produk UMKM Bersertifikasi Halal

"Secara kontrak kami selesai 20 Desember 2026, tapi kami berharap bisa lebih cepat. Kami usahakan akhir November sudah selesai," katanya.

Ia menjelaskan pekerjaan tahun ini hanya mencakup pembangunan lapangan sepak bola dan lintasan atletik enam lintasan. Lapangan akan dilengkapi fasilitas pertandingan lengkap, mulai dari penggarisan lapangan, tiang gawang, hingga bendera sudut.

Reziksufi menambahkan rumput yang digunakan adalah Zoysia matrella, yang dinilai lebih sesuai dengan iklim Indonesia dibandingkan jenis rumput lain yang juga direkomendasikan FIFA.

"Yang diutamakan FIFA memang ada dua jenis, yaitu Zoysia matrella dan Zoysia japonica. Namun secara perawatan, daya tahan, dan kesesuaian dengan iklim Indonesia, matrella lebih cocok. Kalau dirawat dengan baik, rumput ini bisa bertahan bertahun-tahun," jelasnya.

Menurutnya, rumput akan dipelihara dengan tinggi sekitar 2,5 hingga 3 sentimeter agar memenuhi standar pertandingan sepak bola. Selain itu, pola pemotongan rumput juga akan dibuat bergaris gelap dan terang seperti yang diterapkan di stadion-stadion profesional.

"Di akhir nanti kita pasang tiang gawang, termasuk kita garis dan pola rumput supaya kelihatan gelap terang," pungkasnya.