Stadion Gajah Mada Mojokerto Direvitalisasi, Lapangan Berstandar FIFA Ditarget Rampung Akhir Tahun
- M. Lutfi Hermansyah
Mojokerto, VIVA Jatim-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto merevitalisasi Stadion Gajah Mada. Lapangan sepak bola akan dibangun dengan berstandar FIFA.
Revitalisasi tahap awal ini digarap PT Dharma Maju Sentosa dengan nilai kontrak Rp9.071.061.145 yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Mojokerto Tahun Anggaran 2026. Proyek ini bergulir sejak 24 Juni hingga 20 Desember 2026.
Namun, Pemkab Mojokerto menargetkan pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat, yakni pada akhir November 2026, guna mengantisipasi kendala cuaca.
Pada tahap pertama, pembangunan difokuskan pada lapangan sepak bola dan lintasan atletik enam lintasan. Lapangan nantinya dilengkapi penggarisan sesuai standar pertandingan, tiang gawang, bendera sudut, serta menggunakan rumput Zoysia matrella, salah satu jenis rumput yang direkomendasikan FIFA.
Selain meningkatkan kualitas lapangan, proyek ini juga menitikberatkan pada pembangunan sistem drainase agar lapangan tetap dapat digunakan meski diguyur hujan deras.
Drainase dipasang menggunakan pipa spiral HDPE setiap empat meter untuk mempercepat aliran air menuju saluran pembuangan dan mencegah genangan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto, Yuni Laili Faizah, mengatakan progres revitalisasi Stadion Gajah Mada hingga awal Agustus 2026 telah mencapai sekitar 25 persen.
"Harapan kami minggu kedua atau ketiga Agustus sudah bisa dilakukan penanaman rumput," ujar Yuni, Rabu, 5 Agustus 2028.
Menurutnya, proses penanaman rumput membutuhkan waktu beberapa bulan agar tumbuh sempurna sebelum pekerjaan lintasan atletik sintetis dimulai.
"Rumput membutuhkan waktu untuk tumbuh dan dirawat. Setelah itu overlapping dengan pengerjaan lintasan lari karena material sintetis lintasan harus impor dan waktu pemesanannya sekitar dua bulan. Insyaallah dari timeline percepatan pekerjaan semuanya selesai November," katanya.
Yuni memastikan pembangunan lapangan sepak bola telah melalui koordinasi dengan PSSI sehingga spesifikasi lapangan mengacu pada standar yang direkomendasikan FIFA.
"Betul. Untuk lapangan bolanya kami sudah berkoordinasi dengan PSSI dan pihak lainnya. Insyaallah ini menggunakan standar FIFA yang direkomendasikan," ujarnya.
Ia menjelaskan konsep pembangunan lapangan mengadopsi Stadion Gelora 10 November Surabaya yang telah beberapa kali dikunjungi sebagai referensi.
"Kurang lebih seperti Gelora 10 November. Kami beberapa kali melakukan kunjungan ke sana dan mengadopsi konsep tersebut untuk diterapkan di Kabupaten Mojokerto," ucapnya.
Meski jadwal kontrak berakhir pada Desember 2026, Pemkab Mojokerto meminta kontraktor mempercepat pelaksanaan pekerjaan agar tidak terganggu musim hujan.
"Secara schedule memang selesai Desember, tetapi kami meminta percepatan karena tidak ingin mengambil risiko terkait cuaca. Sejak awal kontrak rekanan sudah menyiapkan program percepatan sehingga setiap minggu dan setiap bulan sudah kami berikan target. Insyaallah timeline percepatan selesai November," tutur Yuni.
Ia menambahkan revitalisasi stadion dilakukan secara bertahap sesuai master plan. Setelah pembangunan lapangan sepak bola dan lintasan atletik selesai, tahap berikutnya akan dilanjutkan dengan pembangunan tribun, penataan kawasan, area parkir, taman, hingga pagar stadion.
Sebelumnya, melalui Perubahan APBD 2025, Pemkab Mojokerto telah mengalokasikan sekitar Rp3,8 miliar untuk perbaikan awal Stadion Gajah Mada. Pekerjaan tersebut meliputi pavingisasi kawasan stadion, rehabilitasi toilet, renovasi ruang sisi selatan, pengecatan, perbaikan Ground Water Tank (GWT), serta pembangunan drainase pendukung.
Sementara itu, Project Manager PT Dharma Maju Sentosa, Reziksufi, mengatakan pekerjaan saat ini diprioritaskan pada pembangunan sistem drainase sebelum memasuki tahap penanaman rumput.
"Secara kontrak kami selesai 20 Desember 2026, tapi kami berharap bisa lebih cepat. Kami usahakan akhir November sudah selesai," katanya.
Ia menjelaskan pekerjaan tahun ini hanya mencakup pembangunan lapangan sepak bola dan lintasan atletik enam lintasan. Lapangan akan dilengkapi fasilitas pertandingan lengkap, mulai dari penggarisan lapangan, tiang gawang, hingga bendera sudut.
Reziksufi menambahkan rumput yang digunakan adalah Zoysia matrella, yang dinilai lebih sesuai dengan iklim Indonesia dibandingkan jenis rumput lain yang juga direkomendasikan FIFA.
"Yang diutamakan FIFA memang ada dua jenis, yaitu Zoysia matrella dan Zoysia japonica. Namun secara perawatan, daya tahan, dan kesesuaian dengan iklim Indonesia, matrella lebih cocok. Kalau dirawat dengan baik, rumput ini bisa bertahan bertahun-tahun," jelasnya.
Menurutnya, rumput akan dipelihara dengan tinggi sekitar 2,5 hingga 3 sentimeter agar memenuhi standar pertandingan sepak bola. Selain itu, pola pemotongan rumput juga akan dibuat bergaris gelap dan terang seperti yang diterapkan di stadion-stadion profesional.
"Di akhir nanti kita pasang tiang gawang, termasuk kita garis dan pola rumput supaya kelihatan gelap terang," pungkasnya.