Belajar Asal-usul Peradaban di Museum Manusia Purba Sangiran, Tiketnya Murah
- Dokumen pribadi Fazlur Rahman
Sragen, VIVA Jatim – Museum Manusia Purba Sangiran adalah museum arkeologi yang terletak di Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
Museum ini menyimpan berbagai temuan fosil mulai dari manusia purba, hewan purba, artefak batu, serta lapisan tanah purba yang mengungkapkan sejarah kehidupan manusia.
Situs ini sangat tepat jika ingin mengenal dan mempelajari asal-usul serta perkembangan peradaban kehidupan manusia dari zaman ke zaman.
Museum Sangiran itu sendiri terdiri dari lima klaster, yaitu Klaster Krikilan, Klaster Dayu, Klaster Bukuran, Klaster Ngebung, dan Museum Manyarejo.
Koleksi di Museum Manusia Purba Sangiran.
- Dokumen pribadi Fazlur Rahman
Hebatnya, museum ini tidak hanya dikenal di Indonesia, tapi juga di dunia internasional sebagai museum yang terlengkap di Asia yang meyimpan banyak koleksi manusia purba.
Tidak hanya itu, Museum Sangiran telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO pada tahun 1996 dengan nama The Sangiran Early Man Site.
Hal tersebut dikarenakan situs ini mampu menyumbangkan pengetahuan tentang bukti-bukti evolusi manusia, hewan, hingga lingkungan sejak dua juta tahun yang lalu.
Di situs ini, pengunjung akan dikenalkan dengan jenis-jenis perubahan manusia dari zaman dahulu hingga sekarang, seperti homo erectus, homo sapiens, dan lain-lain.
Selain itu, situs ini juga menyimpan tulang-belulang hewan purbakala yang dulunya hidup di wilayah Sangiran, seperti badak, buaya, gajah, kura-kura, kuda nil, dan lain-lain.
Pengunjung juga dikenalkan dengan awal-mula terbentuknya dataran kawasan Sangiran, yang mana dulunya merupakan lautan.
Menariknya, museum ini juga menampilkan replika manusia purba yang dulu pernah hidup di sana. Termasuk menggambarkan bagaimana cara mereka bertahan hidup.
Itulah sebabnya, Museum Sangiran menjadi salah satu museum yang banyak dikunjungi oleh semua kalangan masyarakat, mulai dari orang tua, para pemuda, hingga anak-anak. Tak hanya dari warga negara Indonesia, tapi juga warga negara asing.
Setelah menjelajahi tiga ruangan pameran, pengunjung juga bisa menghampiri tempat orang berjualan, mulai dari makanan, aksesoris, hingga kerajinan tangan khas Museum Sangiran. Seperti gantungan kunci, batu akik, gelang, kalung, patung manusia purba, pakaian, dan masih banyak yang lainnya.