Tahun Baru Islam 1447 Hijriah: Lebih dari Sekadar Pergantian Kalender

Ilustrasi Bulan Muharram atau Bulan Suro
Sumber :
  • Istimewa

Surabaya, VIVA Jatim – Tahun Baru Islam 1447 Hijriah bukan cuma momen ganti kalender hijriah. Bagi umat Muslim, ini saat yang pas buat refleksi, memperbaiki diri, dan meneladani semangat hijrah Rasulullah.

img_title Situbondo-Serang Teken MoU, Wisata Sejarah Anyer-Panarukan Digagas

Yuk, kita kulik bareng sekilas tentang sejarah, keutamaan, dan inspirasi yang bisa kita ambil dari awal tahun baru Islam ini.

Asal-Usul Tahun Baru Hijriah: Bukan dari Kelahiran Nabi

img_title Santri Babussalam Peringati Tahun Baru Islam Dengan Semangat Pancasila

Banyak yang masih mengira Tahun Baru Islam dirayakan bertepatan dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Padahal, penentuan kalender hijriah baru dimulai saat masa kekhalifahan Umar bin Khattab, sekitar 17 tahun setelah hijrah Nabi dari Mekkah ke Madinah.

Kenapa hijrah yang dipilih jadi patokan awal tahun? Karena peristiwa ini jadi tonggak perubahan besar dalam sejarah Islam.

img_title 297 SPKLU di Jatim Siap Layani Pengguna Mobil Listrik Saat Mudik Lebaran 2026

Hijrah bukan cuma soal pindah tempat, tapi simbol perjuangan, pengorbanan, dan pembentukan peradaban baru yang berlandaskan tauhid, keadilan, dan persaudaraan.

1 Muharram: Bukan Hari Raya, Tapi Penuh Makna

Meski tidak ada tradisi besar seperti Idulfitri atau Iduladha, 1 Muharram tetap punya tempat istimewa. Ini momen buat kita mengingat bahwa setiap perubahan butuh niat yang kuat dan usaha yang sungguh-sungguh. Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya…” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tahun baru hijriah mengingatkan kita untuk memperbarui niat. Kalau tahun lalu masih banyak lalai, mungkin ini saatnya kita mulai menyusun ulang prioritas hidup—lebih mendekat ke Allah, lebih peduli sesama, dan lebih jujur pada diri sendiri.

Keutamaan Muharram: Bulan Allah yang Dimuliakan

Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram (suci) dalam Islam, selain Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Rajab. Disebut bulan Allah (شهر الله المحرم), artinya bulan ini punya nilai spiritual tinggi.

Salah satu amalan yang dianjurkan di bulan ini adalah puasa Asyura (tanggal 10 Muharram). Rasulullah sangat menganjurkan puasa ini karena bisa menghapus dosa setahun yang lalu.

Hijrah: Bukan Cuma Soal Tempat, Tapi Juga Soal Hati

Kalau dulu Nabi hijrah secara fisik dari Mekkah ke Madinah demi menyelamatkan aqidah dan memperjuangkan Islam, kita hari ini bisa meneladani makna hijrah dalam bentuk yang lebih luas. Misalnya:

Halaman Selanjutnya
img_title