Menyingkap Makna Filosofis Nama-nama Hari Jawa: Pahing hingga Legi
- Istimewa
Surabaya, VIVA Jatim – Di tengah gempuran teknologi dan budaya global, kalender Jawa masih bertahan sebagai penanda waktu yang kaya makna dan spiritualitas. Salah satu unsur paling unik dari sistem penanggalan Jawa adalah keberadaan lima nama hari pasaran: Pahing, Pon, Wage, Kliwon, dan Legi.
Bagi masyarakat Jawa, nama-nama ini bukan sekadar sebutan hari, melainkan bagian dari sistem kosmologi yang mengatur irama kehidupan, mulai dari mencari hari baik, menghitung weton kelahiran, hingga menentukan jodoh.
Tapi dari mana sebenarnya nama-nama hari ini berasal? Apa makna yang tersembunyi di balik Pahing, Pon, Wage, Kliwon, dan Legi?
Asal Usul Kalender Jawa: Perpaduan Budaya dan Spiritualitas
Kalender Jawa merupakan hasil akulturasi budaya Hindu-Buddha, Islam, dan tradisi lokal Nusantara. Sistem ini diperkenalkan secara resmi oleh Sultan Agung dari Mataram pada abad ke-17. Ia menggabungkan kalender Hijriah (Islam) dengan sistem penanggalan Saka (Hindu), menciptakan sistem unik yang hingga kini masih digunakan oleh sebagian masyarakat di Jawa, terutama untuk kepentingan adat, spiritual, dan ramalan.
Dalam kalender Jawa, satu pekan terdiri dari dua siklus hari:
Siklus 7 hari: Senin sampai Minggu (mirip kalender internasional)
Siklus 5 hari (Pasaran): Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon
Kombinasi keduanya menghasilkan 35 kemungkinan kombinasi hari, yang disebut weton. Setiap individu lahir pada kombinasi hari dan pasaran tertentu, yang diyakini membawa karakter dan nasib unik.
Makna Filosofis Nama-Nama Pasaran
Berikut makna dan filosofi singkat di balik lima nama hari pasaran dalam tradisi Jawa:
1. Legi
Makna literal: Manis
Simbol: Kelembutan, ketenangan, dan kedamaian
Karakter: Orang yang lahir pada Legi dipercaya berhati halus, penyayang, dan bijak. Namun terkadang mudah terluka perasaannya.
2. Pahing
Makna asal: Ada yang mengaitkannya dengan "pahing" (pedas/pahit ringan)
Simbol: Energi tinggi dan ketegasan
Karakter: Umumnya orang yang aktif, tegas, namun harus belajar mengelola emosi dan ego.
3. Pon
Makna tidak pasti, tapi kerap dikaitkan dengan kekuatan batin
Simbol: Spiritualitas dan kebijaksanaan
Karakter: Orang berpasaran Pon dianggap memiliki intuisi kuat, cenderung pendiam tapi berwibawa.