Profil Pesantren Sunan Drajat yang Peran Utamanya di KDMP Pucangan Tuban Diabaikan

Toserba dan restoran milik PP Sunan Drajat Lamongan.
Sumber :
  • Website resmi Pondok Pesantren Sunan Drajat, ppsd.id.

Lamongan, VIVA JatimPondok Pesantren Sunan Drajat yang berada di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dikenal sebagai pesantren yang memiliki tradisi kemandirian ekonomi yang kuat. Kegiatan usahanya tak hanya membangkitkan ekonomi lingkungan pesantren dan masyarakat sekitar, tapi juga berkembang hingga ke luar negeri.

img_title Viral di Media Sosial, Pedagang di Lamongan Getok Harga Selangit Pelanggan Nasi Boran, Disperindag Berikan Edukasi

Baru-baru ini, perusahaan yang dikelola pesantren tersebut, PT Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat (PPSD), memantik perhatian publik setelah peran utamanya pada pendirian dan pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Pucangan, Kabupaten Tuban, tidak disebut di hadapan Presiden Prabowo Subianto, saat hadir secara virtual pada peresmian KDMP tersebut pada Senin, 21 Juli 2025.

Pihak PPSD akhirnya menarik diri, memutus kontrak kerja sama. Akibatnya, kegiatan usaha di minimarket KDMP Pucangan lumpuh sehari setelah diresmikan Prabowo, gara-gara semua barang dagangan dan aset ditarik oleh pihak PPSD. 

img_title Jasindo Catat Pertumbuhan Premi 53,38% di Jatim, Kini Bidik Sektor Produktif

“Kami dari PT Perekonomian Sunan Drajat sebagai mitra kerja selama ini telah memberikan banyak kontribusi dalam proses perencanaan, pendirian, pengurusan legalitas, kegiatan operasional, tetapi hal tersebut tidak diakui dalam kegiatan resmi, dan kami putuskan untuk menarik diri,” kata Direktur PT Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat Anas Al Hifni, Selasa, 22 Juli 2025.

Untuk diketahui, Pondok Pesantren Sunan Drajat (PPSD) dikenal sebagai pesantren warisan Wali Songo. Berdasarkan ulasan di laman resmi pesantren tersebut, ppsd.id, dikisahkan bahwa pada tahun 1440-an ada pelaut Muslim dari Banjar terdampar di pesisir utara Lamongan, tepatnya di Kampung Jelag, karena kapalnya karam di laut Jawa.

img_title Dorong Produktivitas Cabai di Jatim, Petrokimia Gresik Gelar Pestani Rawit Groo

Ia ditolong tokoh kampung setempat bernama Mbah Mayang Madu. Pelaut yang kemudian dikenal dengan Mbah Banjar itu lantas menyebarkan agama Islam di sana. Mbah Mayang Madu dan Mbah Banjar kemudian bersepakat untuk mendirikan pondok pesantren di Kampung Jelag. Mereka kemudian berkonsultasi dengan Sunan Ampel di Ampeldenta Surabaya.

Sunan Ampel merestui niat itu lalu diutuslan putranya, Raden Qosim atau Sunan Drajat untuk membantu pendirian pesantren di pesisir Lamongan itu. Maka berdirilah pesantren dimaksud di Desa Banjaranyar, lokasinya tepat di asrama santri putri Pesantren Sunan Drajat sekarang. Pesantren tersebut kemudian secara penuh dikelola Raden Qosim setelah Mbah Mayang Madu dan Mbah Banjar wafat.

Halaman Selanjutnya
img_title