Adab sebelum Ilmu: Warisan Ulama yang kian Terlupakan

Ilustrasi mudik Lebaran Idul Fitri.
Sumber :
  • Istimewa

Surabaya, VIVA Jatim – Di zaman yang serba cepat ini, kita begitu giat mengejar ilmu. Sekolah didirikan di mana-mana, kursus online menjamur, dan jutaan informasi tersedia hanya dengan sentuhan jari. Namun, di tengah hiruk-pikuk pencarian ilmu, ada sesuatu yang perlahan memudar—adab.

img_title Warisan yang Tak Diperebutkan: Belajar dari KH Abdul Hamid Chasbullah

Dulu, para ulama tidak sembarangan saat belajar. Mereka mengajarkan bahwa sebelum menuntut ilmu, seseorang harus terlebih dahulu mempelajari adab. Bahkan, Imam Malik — seorang ulama besar Madinah — menerima nasihat dari ibunya: "Pergilah kepada Rabi’ah, pelajarilah adabnya sebelum ilmunya." Nasihat yang begitu sederhana, namun mengandung kebijaksanaan yang dalam.

Adab yang Diajarkan Para Ulama

img_title Kiai Anwar Zahid Kecelakaan di Bojonegoro, Mobilnya Ditabrak Truk Trailer

Ibn al-Mubarak, seorang ulama terkenal lainnya, pernah berkata bahwa dirinya mempelajari adab selama tiga puluh tahun, dan baru kemudian menuntut ilmu selama dua puluh tahun. Baginya, ilmu tanpa adab adalah seperti tubuh tanpa ruh. Sementara Sufyan al-Thawri tidak berani mengajarkan hadits sebelum dirinya merasa telah cukup memperbaiki adab dan ibadah.

Bagi mereka, adab bukan sekadar sopan santun, melainkan sikap batin yang membentuk bagaimana seseorang memperlakukan gurunya, menghargai ilmu, bersikap terhadap sesama, dan menjaga lisannya.

img_title Islam Bukan Masa Lalu: Saat Warisan Peradaban Bertemu Kecerdasan Digital Metaverse

Namun hari ini, banyak yang ingin pintar tanpa belajar rendah hati. Banyak yang ingin berbicara tanpa tahu kapan harus diam. Kita lebih suka berdebat daripada mendengar. Ilmu jadi semata alat untuk menang, bukan untuk memahami.

Ilmu yang Tak Membentuk Akhlak

Sering kita lihat, orang yang pandai dalam agama tapi kasar dalam ucapan. Paham teori syariat, tapi lemah dalam menebar kasih. Inilah saatnya kita merenung: adakah ilmu yang kita cari benar-benar membentuk karakter?

Abu Zakariya Anbari berkata, “Ilmu tanpa adab ibarat api tanpa kayu bakar; adab tanpa ilmu seperti jasad tanpa ruh.” Artinya, adab dan ilmu bukan dua hal yang bisa dipisahkan. Keduanya saling melengkapi. Tapi jika harus memilih mana yang harus dipelajari dulu—para ulama memilih adab.

Kembali ke Warisan yang Hilang

Hari ini, kita perlu lebih banyak teladan, bukan hanya pengajar. Kita butuh orang-orang yang bukan hanya tahu banyak, tapi bersikap baik. Maka, mendidik anak-anak kita pun harus dimulai dengan membentuk adab mereka: bagaimana mereka menghargai orang tua, guru, bahkan teman bermainnya. Adab tidak lahir dari bacaan semata, tapi dari kebiasaan, dari keteladanan.

Halaman Selanjutnya
img_title