Alat Kecantikan China Milik Permaisuri Sumenep
- Nur Faishal/VIVA.co.id
Sumenep, VIVA Jatim – Soal menjaga dan merawat kecantikan tak hanya diurus kaum emak-emak masa kini. Dari dulu, ihwal memoles wajah agar tetap terlihat menawan juga jadi hal utama bagi kaum wanita, apalagi mereka yang berasal dari kalangan darah biru. Termasuk bagi para perempuan yang tinggal di Keraton Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Bukti tentang kepedulian perempuan zaman dulu pada kecantikan ada di Museum Keraton Sumenep. Ada beberapa benda peralatan kecantikan tersimpan di sana. Sebelum dijadikan museum, dulunya keraton tersebut jadi tempat tinggal raja, permaisuri, dan istri-istrinya yang lain.
VIVA saat berkunjung ke Keraton Sumenep pada Oktober 2017 menulis, setidaknya ada lima benda peralatan kecantikan yang dipajang di Museum Keraton Sumenep. Ada kaca berbingkai kayu, tempat bedak, tempat sabun, bejana terbuat dari porselin, dan gayung dari batok kelapa.
Tiga benda di antaranya berasal dari China. Yakni tempat bedak, tempat sabun, dan bejana. Ketiga benda itu bercorak China, terutama pada bejana porselin dengan motif dedaunan. “Peralatan kecantikan itu memang berasal dari China,” kata ahli sejarah Madura, Tajul Arifin, dikutip VIVA Jatim pada Rabu, 6 Agustus 2025.
Berdasarkan informasi yang dia peroleh, peralatan kecantikan bercorak China itu adalah persembahan saudagar Tiongkok yang semula tinggal di Batavia atau Betawi sekarang. Saudagar itu lari ke ujung timur Pulau Madura di Dungkek (sekarang kecamatan di Kabupaten Sumenep) setelah Batavia diduduki Belanda pada tahun 1700-an.
Sebagaimana kebiasaan raja-raja dahulu, Raja Sumenep juga memiliki istri lebih dari satu. Satu di antaranya dipilih sebagai istri utama atau permaisuri. Menurut Tajul, konsep beristri Raja Sumenep juga sama dengan raja-raja di Jawa. Ada garwo padmi (istri utama atau permaisuri) dan garwo ampil atau ampeyan (selir).
Masing-masing istri raja bersaing soal kecantikan untuk berembut tempat di hati dan perhatian raja. “Peralatan kecantikan yang ada di Keraton Sumenep itu ialah [bagian dari ] kebiasaan istri Raja Sumenep agar sang raja atau suami selalu tertarik,” terang Tajul.
Selain memoles wajah dari luar, permaisuri dan istri-istri Raja Sumenep juga mempercantik dirinya dari dalam. Caranya dengan rajin mengkonsumsi jamu yang diramu secara khusus. Peralatan meracik jamu kewanitaan juga tersimpan di Keraton Sumenep. “Karena itu jamu ramuan Madura sampai sekarang terkenal,” tandas Tajul.