Tak Hanya Mandala Bintang, Arkeolog Juga Temukan Struktur Diduga Saluran Air di Situs Bhre Kahuripan Mojokerto
- VIVA Jatim/M Luthfi Hermansyah
Mojokerto, VIVA Jatim – Ekskavasi kompleks Situs Bhre Kahuripan di Desa Klinterejo, Sooko, Mojokerto, membuahkan hasil. Selain menampakan berbentuk bintang, Arkeolog juga menemukan struktur diduga saluran air.
Ketua Tim Ekskavasi Situs Kumitir M Ichwan, setelah dua pekan penggalian berhasil menampakkan sudut bangunan berbentuk bintang di selatan dan barat daya.
“Tebal lancipan di penjuru barat 130 cm Kita dapatkan 4-5 lapis bata,” katanya kepada wartawan, Rabu, 6 Agustus 2025.
Kuat dugaan, struktur mandala bintang ini memiliki 8 sudut yang mengarah ke 8 mata angin. Apabila ditarik garis imajiner, bagian tengahnya membentuk dua bujur sangkar berukuran 17x17 meter persegi.
“Di sisi penjuru utara kondisinya rusak, begitu juga di sisi barat laut. Sedangkan timur laut masih ada indikasi, tapi belum kita tampakkan,” ungkap Ichwan.
Menariknya, lanjut dia, ditemukan struktur diduga saluran (selokan) air bersambung dengan lancipan mandala bintang sisi timur. Struktur diduga saluran ini memiliki cekungan sekitar 15 cm diatasnya. “Panjangnya sekitar 2 meter untuk sementara ini, tapi maih kita cari lagi ke arah timur, “ bebernya.
Temuan struktur mandala berbentuk bintang itu berlokasi di area Situs Klinterjo yang diduga kuat masih satu kompleks dengan Situs Bhree Kahuripan.
Ekskavasi yang dilaksanakan sejak 23 Juli 2025 ini juga difokuskan di sisi selatan Candi Bhre Kahuripan. Tim arkeolog berhasil mendapatkan hipotensa struktur pagar kuno sisi selatan candi ini.
Sementara ini, Ichwan menyebut, struktur bata kuno diduga pagar ditemukan membentang dari timur ke barat sepanjang 25 meter, dengan lebar sekitar 120 cm. Ketebalan pagar bervariasi, rata-rata sekitar 9 lapis bata kuno. Sebagian titik pagar ditemukan rusak atau tidak utuh.
“Tapi kami belum mendapatkan pilar-pila seperti pagar sisi utara yang kami ekskavasi tahun 2024,” jelas Ichwan.
Dengan demikian, tim arkeolog BPKW Jatim telah menemukan pagar keliling di bagian barat, utara dan selatan. Sedangkan pagar sisi selatan belum ditemukan.
Ichwan menduga, pagar sisi timur berada di bawah jalan aspal desa.
“Pagar timur kami duga di bawah jalan. Karena sudutan pagar utara kita temukan pada ekskvasi 2024, hampir dibawah jalan,” pungkasnya.