Dibikin Penasaran Situs Bhre Kahuripan
- M Lutfi Hermansyah/Viva Jatim
Kuat dugaan, struktur mandala bintang itu memiliki 8 sudut yang mengarah ke 8 mata angin. Apabila ditarik garis imajiner, bagian tengahnya membentuk dua bujur sangkar berukuran 17x17 meter persegi.
“Di sisi penjuru utara kondisinya rusak, begitu juga di sisi barat laut. Sedangkan timur laut masih ada indikasi, tapi belum kita tampakkan,” ungkap Ichwan.
Menariknya, lanjut dia, di lokasi juga ditemukan struktur diduga saluran air atau selokan. Saluran tersebut tersambung pada titik lancip bintang mandala sisi timur. Cekungan saluran air sekitar 15 cm di atasnya. “Panjangnya sekitar 2 meter untuk sementara ini, tapi masih kita cari lagi ke arah timur, “ tandasnya.
Temuan struktur mandala berbentuk bintang itu berlokasi di area Situs Klinterjo yang diduga kuat masih satu kompleks dengan Situs Bhre Kahuripan. Ekskavasi yang dilaksanakan sejak 23 Juli 2025 ini juga difokuskan di sisi selatan Candi Bhre Kahuripan. Di sini, tim arkeolog berhasil mendapatkan hipotesa struktur pagar kuno sisi selatan candi.
Sementara ini, Ichwan menyebut, struktur bata kuno diduga pagar ditemukan membentang dari timur ke barat sepanjang 25 meter, dengan lebar sekitar 120 cm. Ketebalan pagar bervariasi, rata-rata sekitar 9 lapis bata kuno. Sebagian titik pagar ditemukan rusak atau tidak utuh.
“Tapi kami belum mendapatkan pilar-pila seperti pagar sisi utara yang kami ekskavasi tahun 2024,” jelas Ichwan.
Ekskavasi Bhre Kahuripan
- Viva Jatim/M Lutfi Hermansyah
Dengan demikian, tim arkeolog telah menemukan pagar keliling di bagian barat, utara dan selatan. Sedangkan pagar sisi selatan belum ditemukan. Ichwan menduga, pagar sisi timur berada di bawah jalan aspal desa.
“Karena sudutan pagar utara kita temukan pada ekskvasi 2024, hampir di bawah jalan,” pungkas Ichwan.