Derita Pria Obesitas 150 Kg di Surabaya : Mata Kabur, Hernia dan Asma

Proses evakuasi pria obesitas di Surabaya
Sumber :
  • Mokhamad Dofir

Surabaya, VIVA Jatim-Derita tak berkesudahaan dialami M Sarif (23), seorang pria asal Surabaya yang hidup dengan obesitas ekstrem seberat 150 kilogram. Kondisi yang kian memburuk membuatnya perlu dirawat intensif di ruang ICU Rumah Sakit Soewandhi Surabaya sejak 6 Agustus 2025.

img_title Kembangkan Layanan Berbasis AI, RS Korpri Pura Raharja Kerjasama dengan RS CKU St. Mary's Internasional Korsel

Sebelum dilarikan ke rumah sakit, M Sarif sempat mengeluh kepada ibunya, Turiyah, kalau pandangan mata semakin kabur. Pun dengan pernafasannya juga terasa berat.

Turiyah juga mengatakan bila anaknya yang setiap hari berjualan tisu di pinggir jalan tersebut, juga mengidap penyakit hernia.

img_title Kapas Tinggi

"Ya pokoknya bengkaknya barusan ya satu mingguan, dua mingguan ini lah. Pokoknya itu [testis]nya itu besar langsung menjalar semuanya gitu. Langsung bengkaknya itu semuanya ya tangan, semuanya. Iya [diduga hernia] paling nahan sakit dia tuh, sakit katanya nyeri terus nyeri gitu," ujarnya.

Atas semua penderitaan yang dirasakan M Sarif, Turiyah menyampaikan bahwa sampai dengan saat ini yang bersangkutan masih menjalani perawatan intensitas.

img_title HUT ke-52, RS Korpri Pura Raharja Tambah Layanan Penyakit Dalam, Jantung, Mata, Syaraf, Rehab hingga Psikolog Klinis

"Kalau jenguknya itu nanti jam 17.00 WIB sampai jam 18.00 WIB. Tapi di luar kaca enggak boleh masuk ke dalam. Di ruang ICU," lanjutnya.

Usai mendapat perawatan dokter di Rumah Sakit Sowandhi, sesak napas Sarif sudah mulai membaik. Meski ngeitu ia masih menggunakan bantuan oksigen.

"Tadi jam 12 kan mulai ditangani sama dokter tapi napasnya itu agak ringan maksudnya. Kan dikasih napas dari hidung itu. Belum dikasih makan dari kemarin, enggak boleh sama dokternya. Nanti dia itu biar perutnya bisa kecil gitu. Terlalu gemuk amat," terangnya.

Sebelumnya sempat heboh soal proses evakuasi M Sarif, yang dilakukan petugas pemadam kebakaran surabaya. Ia dijemput di rumah kosnya di Jalan Brawijaya Kedurus 1 Nomor 54, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, pada Rabu, 6 Agustus 2025.

Damkar Surabaya sebelumnya menyebut Sarif memiliki bobot 400 Kg. Namun, ibu kandungnya, Turiyah (57) mengklarifikasi bahwa bobot anaknya yakni 150 Kg.

"Sebelum sakit itu saya timbangkan itu cuma 98,5 Kg enggak sampai 100 Kg. Kalau sekarang lebih, 150 Kg, badannya besar amat. Tangannya ini besar amat gitu," kata Turiyah saat ditemui, Kamis (7/8).

Turiyah menyampaikan, aktivitas Sarif sehari-harinya yakni berjualan tisu di sekitar kawasan Surabaya Barat.

Halaman Selanjutnya
img_title