Minilemon, Aset Karakter Bangsa Kekuatan Animasi Lokal

Karakter film animasi Minilemon.
Sumber :
  • Istimewa

Surabaya, VIVA Jatim – Di tengah riuh isu klaim hak cipta antara animator Pakistan dengan industri perfilman tanah air dalam polemik film Merah Putih One For All, pernyataan sutradara sekaligus produser Heriyadi Natawijaya patut dicermati.

img_title Dukung Produktivitas yang Lebih Cerdas, Axioo Hadirkan Axioo Hype AI G3

Ia menegaskan bahwa dalam industri animasi, aset karakter menjadi nyawa sebuah karya sekaligus penentu keberlanjutan.

"Aset karakter ini mempunyai value paling penting untuk menciptakan positioning," ungkap Heriyadi, Minggu, 17 Agustus 2025.

img_title Ratusan Siswa SMAN 1 Gresik Diedukasi Polres Gresik tentang Penggunaan AI

Heriyadi yang juga Co Founder Minilemon Movie menjelaskan, aset karakter bukan sekadar soal penampilan, melainkan brand produk yang membedakan satu karya dari yang lain. Apalagi di era teknologi Artificial Intelligence (AI), karakter kuat akan menjadi identitas yang sulit ditiru.

"Ide dan keinginan kreator yang membedakan, selama teknologi AI ditempatkan sebagai assistant untuk proses drafting lebih cepat, tentu masih panjang proses teknis lainnya untuk mendukung hasil yang diharapkan," jelasnya.

img_title Mahasiswa Untag Kembangkan AI Pendeteksi Anomali Keuangan UMKM

Menurutnya, karakter animasi juga harus memiliki perlindungan hukum. Tanpa paten, sebuah karya berpotensi mudah digugat atau ditiru pihak lain. "Aset karakter animasi ini bisa dan harus dipatenkan, maka dari itu fokus pertama dari animasi adalah karakternya," tandasnya.

Namun, proses membangun karakter tidak selalu mudah. Heriyadi mengungkapkan tantangan teknis yang dihadapi animator, mulai dari modeling, rigging, hingga menciptakan gerakan natural pada karakter non-human. 

"Selain kesulitan menentukan modeling, tentu juga rigging. Karna untuk karakter non human, kita menciptakan gerakan-gerakan seperti manusia tapi dengan proporsi tubuh yang belum pernah dibayangkan sebelumnya," ucapnya.

Bagi Heriyadi, karakter bukan hanya tokoh dalam animasi, melainkan juga panutan dan representasi budaya. "Dan bisa saja menjadi ikon dari sebuah komunitas bahkan negara kalau dilekatkan dengan sejarah budaya di dalam karakter tersebut," katanya.

Minilemon hadir sebagai contoh nyata. Bersama budayawan sekaligus Founder Minilemon, Reno Halsamer, Heriyadi mengembangkan karakter animasi berbasis perpaduan topeng tradisional dan buah lemon. Dari situ lahir enam tokoh Wayan, Ucup, Togar, Slamet, Minggus, dan Memey yang merepresentasikan kebhinekaan Indonesia.

Tak sekadar hiburan, Minilemon membawa pesan toleransi, kebudayaan, hingga kritik sosial terhadap minimnya tontonan anak yang edukatif. Ke depan, Minilemon Movie akan dirilis dengan sentuhan sinematografi kelas dunia, sekaligus memperluas pengembangan melalui Minilemon Universe.

Halaman Selanjutnya
img_title