Menapaktilasi Sukarni, Tokoh Penting di Balik Proklamasi
- Istimewa
Blitar, VIVA Jatim – Ada beberapa tokoh yang berperan penting pada perumusan naskah Proklamasi Kemerdekaan RI hingga kemudian dibacakan di hadapan rakyat Indonesia pada 17 Agustus 1945. Salah satunya Sukarni Kartodiwirjo, pejuang kemerdekaan kelahiran Blitar, Jawa Timur.
Sukarni adalah satu di antara beberapa pemuda saat itu yang terlibat dalam peristiwa Rengasdengklok. Saat itu, Sukarni dan kawan-kawan menculik Soerkarno-Hatta yang tengah berada di sebuah rumah keturunan Tionghoa di Rengasdengklok.
Mereka ingin Soekarno-Hatta segera memprolamirkan Kemerdekaan Indonesia, tanpa menunggu janji pemberian kemerdekaan dari Jepang. Setelah itu, dibentuklah suatu tim perumus naskah proklamasi. Sukarni jadi perumus mewakili pemuda.
Merujuk pada artikel Historia.id dalam Sukarni dan Proklamasi (7 Mei 2022), Sukarni membawa rumusan naskah proklamasi yang revolusioner lalu menitipkannya kepada Subardjo supaya diberikan kepada Soekarno untuk dipertimbangkan.
Namun, Soebardjo lupa akan pesan dan titipan Sukarni itu sehingga rumusan teks proklamasi dari wakil pemuda yang dibawa Sukarni tak masuk ke dalam teks proklamasi, hingga dibacakan oleh Soekarno-Hatta atas nama Bangsa Indonesia pada 17 Agustus 1945.
Biar pun begitu, Sukarni tetap dikenang sebagai salah satu penggerak dan pendorong Proklamasi Kemerdekaan RI. Warga Blitar juga bangga daerahnya melahirkan pahlawan nasional seperti Sukarni. Karena itu, Taman Sukarni di rumah tempat tinggal Sukarni dan bertumbuh kembang dibuat.
Pada peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI tahun ini, napak tilas kehidupan Sukarni digelar oleh warga rumah Sukarni berada di Tawangsari dan Sumbertiren. Pembina Taman Sukarni, Argo Wahyu Jati Kusumo, mengungkapkan kegiatan ini swadaya dari para pemuda kawasan Tawangsari dan Sumbertiren.
"Tak lain untuk memperingati jasa-jasa Bung Karni terhadap proklamasi. Tujuan kami untuk mengingatkan Blitar juga memiliki Pahlawan nasional yang memiliki perannya sangat luar biasa dalam proklamasi kemerdekaan RI 1945," ujar Argo Wahyu Jati Kusumo diterima VIVA Jatim, Senin, 18 Agustus 2025.
Warga ingin kegiatan seperti itu digelar setiap tahun. "Karena bagaimanapun Bung Karni adalah pahlawan dari tempat tinggal kami di wilayah Kecamatan Garum," bebernya.
Ia berharap, ke depan kegiatan ini semakin bertambah meriah. Selain itu, juga membuka peluang bagi stakeholder untuk bersinergi bersama supaya napak tilas ini menjadi agenda tahunan yang lebih semarak