Daftar Tokoh NU Penerima Anugerah Tanda Kehormatan dari Presiden Prabowo Subianto

Rais Aam NU KH Miftachul Akhyar terima tanda kehormatan.
Sumber :
  • YouTube

Jakarta, VIVA JatimPresiden Prabowo Subianto memberikan anugerah tanda kehormatan kepada ratusan tokoh dan figur publik, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia, atas jasa dan kontribusi mereka dalam membangun negeri. Beberapa di antaranya dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU).

img_title Muktamar NU dan Harapan Kepemimpinan Baru di PBNU

Anugerah tanda kehormatan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 25 Agustus 2025. “Saya ingin menyampaikan, atas nama negara dan bangsa, sekali lagi terima kasih atas jasa-jasa pengabdian Saudara-saudara,” kata Prabowo.

Ada beberapa macam anugerah tanda kehormatan yang diberikan Presiden Prabowo. Yakni Tanda Bintang Republik Indonesia Utama, Bintang Mahaputra Adipurna, Bintang Mahaputra, Bintang Jasa, Bintang Kemanusiaan, Bintang Budaya Parama Dharma, dan Bintang Sakti.

img_title Gus Ali Tag NU: Jangan Menunggu Musuh untuk Bisa Rukun

Dari kalangan NU, ada beberapa ulama dan aktivis penggerak NU yang juga menerima bintang tanda kehormatan dari Presiden Prabowo. Mereka ialah Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Wakil Rais PBNU KH Anwar Iskandar, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, dan Ketua PP ISNU KH Asep Saefuddin Chalim.

Kemudian Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan KH Abdul Ghofur, KH Muhammad Makshum, Juri Ardiantoro, dan ahli sekaligus praktisi tekonologi informasi dari NU Ainun Najib.

img_title Manifesto Muktamar NU Riang Gembira

Sementara ulama NU yang sudah meninggal dunia dan mendapatkan bintang tanda kehormatan adalah KH Yusuf Hasyim Tebu Ireng Jombang, KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen Sarang, Jawa Tengah, dan KH Abdullah Abbas Buntet. Bintang tanda jasa diterima oleh masing-masing ahli waris.

Untuk KH Miftachul Akhyar, Presiden Prabowo memberikan anugerah Bintang Mahaputra Utama atas jasanya dalam memimpin organisasi masyarakat terbesar di Indonesia, NU, yang dinilai berjasa di bidang keagamaan dan kebangsaan.

Melalui NU, Kiai Miftach dinilai konsisten menjaga nilai-nilai Islam moderat sehingga persatuan bangsa Indonesia terjaga dan kokoh sampai saat ini. 

“[Kontribusi Kiai Miftach] Memperkuat peran Islam rahmatan lil alamin, mendorong moderasi beragama,” jelas pemandu acara dikutip dari kanal YouTube resmi kepresidenan, Selasa, 26 Agustus 2025.