Andai Sahroni Ingat Lagu 'Lidah' Bang Haji Rhoma
- Viva
Surabaya, VIVA Jatim – Anggota DPR RI dari NasDem, Ahmad Sahroni, kini diburu rakyat. Omongannya yang menyebut pihak yang mengkritik DPR sebagai 'orang tolol' jadi musababnya. Gara-gara omongan tak peka itu, Sahroni juga dituding jadi pemicu demonstrasi berujung ricuh di Jakarta dan kota besar lainnya, hingga memakan korban jiwa.
DPR RI belakangan disorot masyarakat setelah mendapatkan tunjantan fantastis. Misalnya, tunjangan rumah Rp50 juta setiap bulan. Yang bikin geram rakyat, sebagian anggota DPR berselebrasi ketika tunjangan jumbo itu ditetapkan.
Mereka dinilai tak peka di tengah kondosi ekonomi masyarakat kian terjepit. Anggota DPR berlatar belakang artis, Uya Kuya dan Eko Patrio, paling dihujat saat itu karena berjoget-joget sebagai ungkapan kesenangan atas adanya tunjangan fantastis itu.
Hal itu kemudian memantik elemen masyarakat berdemo. Bahkan ada yang menyampaikan pendapat agar DPR dibubarkan saja. Nah, saat ada suara 'Bubarkan DPR' itulah Ahmad Sahroni muncul dengan pernyataan kontroversialnya.
"Catat nih, orang yang bilang bubarkan DPR itu adalah orang tolol sedunia," katanya saat di Polda Sumatera Utara pada 22 Agustus 2025, dikutip dari VIVA pada Sabtu, 30 Agustus 2025.
Video ucapan Sahroni itu kemudian viral di media sosial. Masyarakat bereaksi, baik di dunia maya maupun di dunia nyata. Sejumlah tokoh juga mengkritik pernyataan Sahroni.
Beberapa elemen masyarakat juga menggelar demonstrasi sebagai respons atas sikap para elit politik itu. Puncaknya adalah demonstrasi besar-besaran yang digelar elemen buruh pada Kamis, 28 Agustus 2025 di gedung DPR RI, juga di sejumlah kota besar di Indonesia.
Demo buruh yang menyuarakan hak mereka berjalan tertib dan lancar. Pun demikian di daerah. Setelah massa buruh bubar, datang menyusul massa dari elemen lain dengan isu berbeda, yakni merespons soal tunjangan DPR.
Nah, demo terakhir itulah yang kemudian berujung ricuh, hingga menewaskan driver ojol Affan Kurniawan terlindas rantis Brimob di Pejompongan.
Insiden driver ojol dilindas rantis Brimob dengan cepat tersebar luas ke seantero negeri. Itu memantik kemarahan masyarakat sehingga mendorong masyarakat menggelar aksi lebih besar pada Jumat, 29 Agustus 2025.