Kisah Jalal, 15 Tahun Tinggal di Rumah Pohon Beringin di Sidoarjo

Jalal dan rumah beringinnya di Sidoarjo.
Sumber :
  • Ahaddiini HM/VIVA Jatim

Sidoarjo, VIVA JatimPohon beringin besar nan rindang biasanya dinilai memiliki kesan angker dan seram. Namun tidak demikian bagi Jalal (58), warga Dusun Ganting, Desa Kenongo, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo. Ia bahkan tinggal di bawah pohon beringin itu sejak 15 tahun lalu.

img_title Diserahkan ke Lanudal Juanda, Taman Pintar Juanda JAPFA Diharapkan Jadi Ruang Edukasi

Jalal menyulap pohon beringin tersebut menjadi sulaman akar yang akhirnya dijadikannya tempat tinggal. Di bagian dalam, kasur dan beberapa perlengkapan ditata sehingga nyaman dibuat istirahat.

Kepada VIVA Jatim, Jalal menceritakan bahwa semua berawal dari dua pohon beringin yang ia tanam pada tahun 2004. "Tapi saya sudah tinggal dan jaga di sini sebelum ada rumah pohon ini," katanya pada Kamis, 18 September 2025.

img_title Polda Jatim Turun Tangan Kejar Pembunuh Sekretaris DPRKP Bangkalan

"Kemudian seiring berjalannya waktu sejak 2008 saya mulai rangkai akar-akar pohon, sampai 15 tahun jadi seperti ini [rumah pohon]. Total saya di sini 20 tahun," imbuh Jalal.

Jalal dan rumah beringinnya di Sidoarjo.

Photo :
  • Ahaddiini HM/VIVA Jatim

img_title Polresta Sidoarjo Tebar 3 Ton Beras untuk Warga yang Membutuhkan di Hari Bhayangkara ke-80

Ia membuat rangkaian akar pohonnya berdasarkan kreativitas yang muncul dari insting dan hati nurannya.. Awalnya dirangkai dengan menyilangkan satu akar dengan akar lainnya menggunakan tali rafia.

"Saya rangkai satu per satu, pakai tali rafia, tidak pakai kawat agar ketika tumbuh akarnya tidak patah. Kalau pakai tali rafia ketika akar tumbuh lebih besar dan menyatu, tali rafianya yang lepas atau putus sendiri," terangnya.

Jalal mengungkapkan, tujuan utama membangun rumah pohon karena keinginannya untuk menjaga makam leluhur atau punden desa yang berada di antara pohon beringin tersebut. Baginya, itu juga cara menyatu dengan alam semesta.

"Saya bangun rumah pohon ini, pertama, karena ingin menjaga makam leluhur pembuka Dusun Ganting ini, yakni Mbah Kluntung beserta Istri dan kerabatnya, Mbah Gandrung. Selain itu agar khusyuk bercerita kepada Allah juga agar lebih dapat menyatu dengan alam dalam meraih ketenangan," ucap dia.

Bagian dalam rumah jalal di bawah pohon beringin di sidoarjo.

Photo :
  • Ahaddiini HM/VIVA Jatim

Meski tinggal di rumah akar beringin terbilang tidak biasa, Jalal mengaku tidak menemukan kesulitan berarti. "Meski di rumah pohon ini tidak ada penerangan, tapi saya tetap bisa beraktivitas seperti biasanya. Tempatnya bersih, kalau pun ada ular lewat, pasti kelihatan," kata dia.

Halaman Selanjutnya
img_title