Primbon Gempa Sumenep
- Istimewa
Sumenep, VIVA Jatim – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6.5 mengguncang Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada Selasa, 30 September 2025, malam. Getaran gempa begitu kuat hingga membangunkan banyak orang yang tengah terlelap tidur.
Menurut data BMKG, gempa terjadi pada Selasa malam pada pukul 23.49 WIB. Pusat gempa di titik koordinat 7,25 LS, 114,22 BT, dengan kedalaman gempa 11 kilometer. Gempa susulan terjadi beberapa kali hingga Rabu dini hari.
BMKG juga menjelaskan bahwa pusat gempa berjarak 50 kilometer dari tenggara daratan Sumenep. Gempa terjadi akibat aktivitas sesar laut. Gempa tak berpotensi tsunami.
Guncangan gempa terasa kuat dan agak lama. VIVA Jatim yang tengah berada di Sumenep terbangun dari tidur lelap akibat tanah yang bergetar dan terasa bergoyang.
Suara gemuruh juga terdengar lirih, seperti bangunan yang akan runtuh. Begitu keluar dari dalam rumah, orang-orang sudah berada di halaman. Para tetangga terlihat panik.
Sementara percakapan grup WhatsApp langsung hidup. Semuanya membicarakan gempa yang terjadi. "Lendhu...lendhu (Lindu...lindu...)," komentar salah satu anggota grup WhatsApp yang VIVA Jatim ikuti.
Dering telepon berbunyi. Seorang teman yang bedomisili di Jember menghubungi, menanyakan kondisi di Sumenep. Keluarganya banyak di Pulau Sapudi. Ia mengaku juga merasakan getaran gempa di Jember.
Seorang kerabat yang tinggal di Bondowoso juga menginformasikan getaran gempa melalui status WA-nya. Beberapa teman di Surabaya dan Gresik juga mengabarkan hal sama. Mereka menanyakan kondisi di Sumenep.
BMKG menyebutkan getaran gempa terasa sampai beberapa daerah di Pulau Bali dan Lombok. Tapi kekuatannya tak seberapa. Berdasarkan informasi dihimpun, gempa tersebut menyebabkan puluhan rumah rusak. Umumnya menimpa rumah warga di kepulauan, seperti di Sapudi dan Poday.
Obrolan dunia maya soal gempa berlangsung hingga Rabu, 1 Oktober 2025, dini hari. Di dunia nyata bahkan jadi bahan cerita antartetangga hingga Rabu Menjalang siang. Kebanyakan sudah berubah canda. Tak panik lagi.
Di sela-sela itu, beredar gambar buku primbon berbahaya Madura dengan tulisan huruf Arab pegon. Gambar menunjuk halaman bertuliskan: Paneka Bab Nerangaki Lendhuh. Artinya, Bab tentang Lindu (gempa).