Hibah Pusaka Kyai Udan Mas untuk Menkeu Purbaya dari Kolektor KRA Rivo Cahyono
- Istimewa
Surabaya, VIVA Jatim – Kolektor dan pelestari pusaka Nusantara, KRA Rivo Cahyono, menghibahkan satu pusaka koleksinya kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Pusaka berupa keris itu bernama Kyai Udan Mas.
Keris pusaka itu diberikan Rivo langsung ke Purbaya dalam satu pertemuan budata di Surabaya beberapa waktu lalu. Pusaka itu dihibahkan sebagai wujud pelestarian warisan budaya bangsa.
Penyerahan pusaka dilakukan secara terbuka sebagai simbol penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan kearifan lokal, bukan dalam konteks pribadi maupun jabatan.
Sebagai pendiri Yayasan Dan Koperasi UMKM Ethnic Indonesia Sejahtera yang berbasis budaya, Rivo menegaskan bahwa hibah tersebut merupakan bagian dari gerakan pelestarian budaya Nusantara yang ia jalankan melalui berbagai kegiatan edukatif dan sosial.
Kegiatan hibah budaya ini menjadi bagian dari upaya pelestarian yang dilakukan oleh Yayasan Ethnic Indonesia Berbagi, yang selama ini aktif dalam edukasi budaya, lelang pusaka, dukungan UMKM, dan beasiswa empu muda.
Gerakan ini menegaskan bahwa pelestarian budaya bukan hanya tentang benda pusaka, tetapi juga tentang menjaga nilai-nilai luhur dan semangat gotong royong bangsa.
"Saya menyerahkan Pusaka Kyai Udan Mas kepada Bapak Purbaya sebagai bentuk penghargaan terhadap kecintaan beliau pada budaya Nusantara. Ini simbol pelestarian, bukan gratifikasi atau pemberian pribadi,” katanya dikutip VIVA Jatim pada Senin, 6 Oktober 2025.
Pusaka Kyai Udan Mas dikenal memiliki nilai filosofi tinggi. Pamornya yang disebut Udan Mas melambangkan turunnya berkah, kesejahteraan, dan ketenteraman hidup.
Rivo berharap nilai spiritual itu dapat menjadi doa bagi kepemimpinan Menteri Purbaya dalam membawa Indonesia menuju cita-cita Indonesia Emas 2045.
Menurut Rivo, nilai pusaka Kyai Udan Mas sekaligus menjadi doa agar Indonesia selalu diberkahi kemakmuran dan kedamaian. "Saya percaya beliau mampu menjaga semangat itu dalam pengabdian kepada negara,” tandasnya.
Rivo juga menegaskan bahwa proses hibah pusaka ini terbuka dan terdokumentasi secara resmi, serta akan dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sesuai ketentuan perundang-undangan, untuk menjamin transparansi dan menghindari persepsi gratifikasi.
Menteri Purbaya menyampaikan apresiasinya atas dedikasi Rivo dalam menjaga warisan budaya bangsa. Ia menilai bahwa pelestarian pusaka Nusantara merupakan bagian penting dari pembangunan karakter dan jati diri bangsa.