D Zawawi Imron, dari Santri Kampung Lambi Cabbi Madura Jadi Penyair Nusantara
- Nur Faishal/Viva Jatim
Sumenep, VIVA Jatim – Penyair satu ini sudah banyak yang tahu. Dia adalah D Zawawi Imron, penyair asal Madura berjuluk Si Celurit Emas. Pegiat sastra dan penggemarnya mungkin juga banyak yang tahu jika proses kepenyairannya lahir dan tumbuh dari lingkungan pesantren. Tapi bagaimana dulu dia ketika menjadi santri, mungkin sedikit yang tahu.
D Zawawi Imron lahir di sebuah kampung di Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Dalam catatan kependudukan, ia lahir pada 19 September 1946. Ia tumbuh di lingkungan keluarga yang taat beragama dan menjunjung tinggi pendidikan Islam. Karena itu, sebelum tamat Sekolah Rakyat (SR), ia kemudian nyantri di sebuah pesantren kecil di Kampung Lambi Cabbi, Desa Gapura Tengah, Kecamatan Gapura, Sumenep.
Lambi Cabbi adalah sebuah dusun kecil yang berada sekitar 15 kilometer dari Kota Sumenep. Kampung ini dikenal dengan lingkungan pesantren salaf. Hingga sekarang. Hampir semua kepala keluarga di kampung ini terikat hubungan nasab. Juga terikat kekerabatan dengan mayoritas warga di kampung sebelahnya, seperti Kampung Sema dan Tenggina.
Dalam banyak literatur, nasab mereka tersambung ke Syaikh Baidhowi atau Pangeran Katandur, salah satu cucu dari Sunan Kudus. Sementara sanad keilmuan mayoritas masyarakat Kampung Lambi Cabbi dan Sema tersambung ke Syaikhona Yahya Karanganyar, Kamal, Kabupaten Bangkalan, Madura. Syaikhona Yahya adalah ulama Madura se zaman dengan Syaikhona Kholil.
Karena itu, hampir semua rumah di Kampung Lambi Cabbi dan Sema dihuni oleh keluarga kiai atau ulama. Kebanyakan punya santri meski masing-masing jumlahnya tak banyak. Nah, Zawawi Imron pernah nyantri di salah satu kiai di Lambi Cabbi meski tak begitu lama, hanya 18 bulan.
“Kiai saya dulu namanya Kiai Fadol,” kata Zawawi Imron kepada VIVA Jatim saat ditemui di rumahnya di Kecamatan Batang-Batang, Kamis, 16 Oktober 2025.
Zawawi nyantri di Lambi Cabbi sebelum tamat Sekolah Rakyat (SR), sekarang SD. Oleh Kiai Fadol, Zawawi diajari ilmu agama dasar. Kitabnya di antaranya Arkan (Kifayatus Shalah) karya Syaikh Yahya bin Faraid atau Syaikhona Yahya dan Aqidatul Awam karya Sayyid Ahmad Al Marzuqi Al Maliki Al Hasani.