Keunggulan Bersaing Kelontong Madura

Ilustrasi toko kelontong Madura.
Sumber :
  • Dok pribadi Sirajul Arifin dan VIVA.co.id

Keunggulan Kompetitif

img_title KKN UINSA Buat Terobosan, Ajak 35 UMKM Ikuti Sosialisasi NIB dan Sertifikat Halal

Keunggulan yang kerap saya temukan dalam banyak penelitian, keunggulan yang banyak dikupas oleh para ekonom, keunggulan yang banyak memikat para konsumen dalam memutuskan pilihannya, yaitu “Keunggulan bersaing atau competitive advantage.” Dalam dunia bisnis, perusahaan dituntut untuk memiliki keunggulan yang membedakannya dari pesaing. Konsep keunggulan bersaing menjadi kunci bagi keberlanjutan usaha, karena tanpa keunggulan, sebuah perusahaan mudah tergeser oleh pesaing yang lebih inovatif, efisien, atau adaptif. Menurut Porter, keunggulan bersaing adalah kemampuan perusahaan untuk menciptakan nilai lebih bagi pelanggan dibandingkan pesaingnya. Nilai lebih ini berupa harga yang lebih rendah, kualitas yang lebih tinggi, layanan yang lebih baik, atau inovasi yang unik.

Dalam konteks ini, kelontong M mampu menyajikan harga yang kompetitif. Harganya bersaing dengan toko yang memiliki lisensi, seperti Indomaret dan Alfamaret. Harga yang bersaing adalah harga dari hasil efisiensi. Kelontong M melakukan efisiensi biaya karena produk yang diperjualbelikan adalah produk tidak kena pajak. Semakin besar efisiensinya, maka semakin rendah harga produknya. Harga yang relatif rendah mampu bersaing dengan para pesaing. Proses efisiensi memang terjadi, namun ada hal yang sangat prinsip yang melekat dalam tradisi ekonomi etnis M, yaitu olle ontong tape tak olle oreng potong. Untung boleh tapi tak boleh membuat orang lain puntung. Keuntungan hendaknya merefleksikan keuntungan bersama, untung bagi diri dan orang lain, win-win outcome dan bukan win-lose outcome

img_title Forum Guru Besar Soroti Transisi Kepemimpinan UIN Sunan Ampel

Prinsip yang lain adalah ontong sakone’, tape bereng muter. Tidak apa-apa untung sendikit, tapi barang terus berputar. Perputaran barang yang cepat membuat mereka senang. Wajar jika mereka hanya mengambil untung maksimal 10% dalam setiap item dagangannya. Sehingga harganya relatif lebih murah dibanding para kompetitornya. Keunggulan lain yang dimiliki oleh kelontong M adalah diferensiasi waktu. Layanan 24 jam tidak dimiliki oleh para kompetitornya. Entah karena para kompetitor besar, seperti Indomaret, Alfamaret, dll dibatasi oleh aturan yang membatasi jam buka atau karena kompetitor setara (tokel lainnya) kurang memiliki etos bisnis dibanding pelaku bisnis kelontong M. Alasan-alasan ini tentu baru bersifat dugaan. 

Halaman Selanjutnya
img_title