Keunggulan Bersaing Kelontong Madura
- Dok pribadi Sirajul Arifin dan VIVA.co.id
Alasan yang hanya ingin menunjukkan distinksi layanan full time dan bukan half time. Layanan yang berbeda, non-stop, ini tentu memiliki nilai lebih terutama bagi masyarakat yang membutuhkan produk yang available setiap saat. Bahkan ada diksi menarik dalam promosi waktu layanan, walau hanya sekadar guyon, yaitu “Buka 24 jam kecuali hari kiamat. Hari kiamat buka setengah hari.” Saya tertawa saat menjumpai tulisan itu. Memang tidak semua kelontong M mempromosikannya dengan diksi yang sama. Diksinya berbeda-beda antar kelontong M. Itu tergantung pada tingkat kelucuan pemilik tokonya. Orang M memang terkenal lucu. Daya “lucu” dapat menjadi bumbu dalam komunikasi. Apalagi ditarik dalam dunia bisnis. Maka kelucuannya menjadi daya tarik pelanggan maupun calon pelanggannya.
Branding non-stop service tak menapikan layanan lainnya. Layanan kepada konsumen tetap dijaga dan ketersediaan barang tak pernah lepas. Layanan kepada konsumen bak melayani tamu. Tamu, dalam tradisi etnis M, adalah raja. Bagaimana pelayanan terhadap raja? Semua orang pasti tahu. Semua orang tak menampik keistimewan seorang raja. Semuanya serba yang terbaik. Tentu layanannya sempurna. Bukan saja prima tapi lebih dari itu. Kesempurnaan yang tak menyisakan celah. Kesempurnaan yang diidealkan oleh pemiliknya. Hanya terkadang layanan tercederai bila yang menjaga toko bukan pemiliknya. Bisa muncul layanan yang berbeda dari pemilik [sekaligus] penjualnya. Namun jika ada “celah layanan” dan terendus oleh pemiliknya, maka rotasi bahkan penonaktifan mesti terjadi.
Kemestian yang bukan basa-basi. Kemestian yang diwujudkan dengan tindakan. Kemestian yang dikontrakkan sejak awal. Kontrak dalam kata bukan tulisan. Tapi tetap dipegang teguh. Keteguhan yang menunjukkan komitmen. Pemiliknya bertindak tegas dalam komitmen layanan. Layanan lainnya adalah bahwa kelontong M harus memenuhi kebutuhan dasar. Kebutuhan sembako dan beberapa kebutuhan pokok lainnya tak sepi dari perhatiannya. Pemilik kelontong M menyiapkan barang dagangan yang lengkap. Walau dari masing-masing itemnya tak tersedia dengan jumlah banyak. Bahkan jika ada konsumen yang menanyakan barang yang belum tersedia, maka kebutuhan itu biasanya dibelanjakan untuk memenuhi esok harinya. Begitu seterusnya untuk menjaga ketersediaan kebutuhan pokok para konsumen. Semoga bermanfaat.