Cerita-cerita Lucu saat Mondok di Pesantren, Ini Kenangan Santri Era 1990-an
- Dokumen pribadi Achmad Faizal dan Wasid Mansur
Surabaya, VIVA Jatim – Jadi santri tak melulu diselimuti urusan serius. Tak hanya belajar ilmu agama, mengaji kitab kuning, beribadah, dan mengabdi ke kiai dengan niat bilbarkah yang diurus. Tapi juga ada riang-riang dan lucu-lucunya, yang bila santri ingat kembali ketika sudah pulang dan berstatus alumni bikin ketawa sampai perut murus.
Cerita lucu Gus Dur saat nyantri sudah banyak yang tahu. Pun demikian tokoh-tokoh lain yang pernah belajar di pondok pesantren. Sudah banyak buku yang mengulas tentang humor mereka saat berada di pondok pesantren. Juga bisa dicari di Google jika Anda tak ingin repot membeli atau meminjam buku tentang humor pesantren.
Malas Salat Subuh Berjemaah Sembunyi di Tumpukan Baju Jemuran
Sebagaimana Gus Dur, hampir pasti siapa pun yang pernah menjadi santri, putra maupn putri, punya pengalaman lucu dan konyol saat berada di pondok pesantren. Salah satunya Achmad Faizal (42), warga Surabaya yang pernah nyantri di Pesantren Ilmu Al Quran (PIQ) Singosari, Malang.
PIQ Singosari Malang adalah salah satu pondok pesantren terkenal di Jawa Timur. Pendirinya adalah Allahummaghfirlahu KH Basori Alwi, ulama terkenal dari Malang yang kesohor karena keahliannya di bidang Alquran.
Faizal mondok di PIQ pada tahun 1990-an ketika masih diasuh Kiai Basori Alwi. “Saya mondok di PIQ Singosari Malang dari SMP sampai SMA,” kata Faizal kepada VIVA Jatim, Rabu, 22 Oktober 2025.
Pengasuh PIQ Singosari Malang KH Basori Alwi dan para santrinya.
- Achmad Faizal untuk VIVA Jatim
Sebagaimana umumnya santri yang masih berusia bocah, Faizal juga kerap bertingkah nakal. Kenangan yang paling ia ingat ketika masuk waktu Salat Subuh. “Dibangunin pengurus untuk Salat Subuh berjemaah, saya pindah ke jemuran. Waktu itu tahun pertama saya mondok, tahun 1995,” cerita pria yang kini jadi pengusaha kuliner itu.
Saat itu, lanjut dia, tempat jemuran yang berada di sekitar asrama adalah tempat favorit beberapa santri untuk bersembunyi saat masuk waktu Salat Subuh. Termasuk Faizal. “Di tempat jemuran, kan, banyak tumpukan baju yang jatuh. Saya pindah tidur ke situ. Enak, hangat,” ujarnya mengenang.