Mengenal Sosok Ning Lia, Peraih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan
- Istimewa
Malang, VIVA Jatim-Lia Istifhama, Senator DPD RI asal Jawa Timur dikenal sebagai sosok senator yang sering turun ke lapangan. Bahkan selama reses tahun ini, Ning Lia, sapaan akrabnya, sedikitnya telah mengunjungi 14 lokasi berbeda di Jatim.
Banyak yang ia kunjungi mulai dari fasilitas pendidikan, kesehatan dan jalannya pemberdayaan perempuan dan anak. Ia menampung semua permasalahan mereka yang dikunjungi. Ning Lia tak menjadikan reses hanya sebatas seremonial.
Dari temuannya di lapangan, kemudian dia bawa ke sidang-sidang resmi di DPD RI Senayang Jakarta. Dengan harapan segala persoalan yang telah ditampung bisa tertangani.
“Bagi saya, reses bukan sekadar kewajiban formal. Ini bagian dari pengabdian. Kita harus dengar langsung keluhan dan harapan rakyat di lapangan,” ujar Ning Lia saat menerima penghargaan di Ajang Detikjatim Awards 2025, di Malang dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 6 November 2025.
Ajang tahunan ini menjadi wadah apresiasi bagi tokoh publik, pelaku usaha, dan komunitas yang dinilai memberi kontribusi positif bagi kemajuan Jawa Timur. Tahun ini, terdapat enam kategori penghargaan, di antaranya Anugerah Program Inovasi Pembangunan Terpuji, Anugerah Figur Akselerator Kemajuan, dan Anugerah Adiluhung bagi tokoh berjasa besar dalam perjuangan bangsa.
Pemberian penghargaan dilakukan atas dasar kurasi ketat yang mempertimbangkan aspek inovasi, inspirasi, dampak sosial, dan kontribusi nyata terhadap daerah.
Meski dikenal sebagai figur akademisi dan aktivis sosial, Ning Lia tetap tampil sederhana dan apa adanya. Ia kerap hadir di tengah masyarakat tanpa protokol berlebihan, bahkan sering menggunakan kendaraan pribadi dan turun di pelosok desa.
Dari sikapnya itu, Ning Lia ingin menunjukkan kepada publik bahwa dirinya pernah berjuang dari bawah. Ia mengaku pernah bekerja sebagai karyawati biasa yaitu marketing.
Putri dari KH Maskur Hasyim ini memang dikenal pribadi humble, pemaaf, dan peduli wong cilik. Dia juga menunjukkan keteguhan karakter dalam berbagai momen. Seperti saat menghadapi pencatutan foto dirinya di materi kampanye, ia memilih jalan damai.
“Politik itu harus jujur. Kalau semua berangkat dari niat baik, saya yakin sinergi bisa dibangun baik dari kalangan muda maupun lainnya,” tutur Ning Lia.