Cerianya Anak Pengungsi Semeru Dapat Trauma Healing dari Polda Jatim

Polisi beri trauma healing anak korban Semeru
Sumber :
  • Humas Polda Jatim

Surabaya, Viva Jatim – Senyum sumringah terpancar dari wajah polos anak-anak korban erupsi Gunung Semeru di tempat pengungsian. Mereka tampak gembira saat mengikuti program trauma healing dari Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) serta Kepolisian Resor Lumajang (Polres Lumajang).

img_title Polres Tuban Berstatus Kepolisian Resor Kota, Berikut Daftar Polresta di Jawa Timur

Trauma healing diberikan untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak paska bencana erupsi Gunung Semeru beberapa waktu lalu.

Di tempat pengungsian SD Negeri 4 Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, salah satunya. Para korban tertawa lepas setelah ikut bermain dalam rangkaian program trauma healing seperti bernyanyi bersama, pembagian hadiah, hingga kegiatan menggambar. 

img_title Bom Udara Aktif Ukuran 1,5 Meter Ditemukan di Sungai Jalan Manggar Blitar

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengatakan bahwa trauma healing menjadi langkah penting dalam penanganan pascabencana, terutama bagi anak-anak yang rentan mengalami tekanan psikologis. Pendekatan ini bertujuan memberikan suasana aman, nyaman, dan ceria bagi anak-anak di tengah situasi bencana.

Abast menegaskan, Polda Jatim bersama Polres Lumajang akan terus memberikan pendampingan psikologis kepada anak-anak melalui kegiatan trauma healing yang edukatif.

img_title Polisi Buka Sayembara Tangkap Pembunuh Sekretaris DPRKP Bangkalan Tapi Dibantah Polda Jatim

"Harapannya agar anak-anak dapat merasa lebih tenang, kembali ceria, dan tidak terus dibayangi rasa takut akibat erupsi Gunung Semeru," Abast, Minggu, 23 November 2025.

Diaa menambahkan, kehadiran Polri di lokasi pengungsian merupakan bagian dari komitmen institusi dalam memberikan pelayanan kemanusiaan dan memastikan seluruh korban, termasuk anak-anak, mendapatkan perhatian dan perlindungan.

Kegiatan trauma healing ini kata dia, bagian dari rangkaian respons cepat Polri dalam membantu masyarakat terdampak bencana, sekaligus memperkuat kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan rasa aman bagi warga yang sedang mengalami situasi sulit.

"Kami tidak hanya fokus pada aspek pengamanan dan evakuasi, tetapi juga pemulihan mental para pengungsi," lanjutnya.

Abast menekankan, anak-anak merupakan kelompok yang paling membutuhkan dukungan, sehingga kegiatan pendampingan akan terus dilakukan selama masa tanggap darurat berlangsung.

Para pengungsi, khususnya para orang tua pun menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh Polda Jatim bersama Polres Lumajang. 

Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus diadakan hingga kondisi di lokasi benar-benar kembali normal.

Halaman Selanjutnya
img_title