Sejarah Ote-ote dari Porong Sidoarjo, Berikut Tips Membuatnya
- Viva Jatim/Ahaddiin
Sidoarjo, VIVA Jatim – Kudapan yang cocok dinikmati saat hujan turun adalah gorengan, salah satunya ote-ote.
Sebutan ote-ote berbeda di setiap wilayahnya. Ada yang menyebut ote-ote dengan bakwan, bala-bala ataupun weci.
Ote-ote sendiri adalah gorengan dengan bahan dasar tepung khas Tionghoa yang berasal dari keluarga pedagang dari Fuzhou, Tiongkok yang bermigrasi ke Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.
Seiring waktu, ote-ote mengalami inovasi dengan berbagai variasi isian dan menjadi salah satu warisan kuliner yang tetap bertahan.
Makanan ini kemudian menyesuaikan cita rasanya dengan bahan lokal, seperti sayur-mayur, udang, tiram, dan rumput laut, serta menjadi populer di kalangan masyarakat Jawa Timur.
Saat ini, ote-ote tidak lagi hanya dinikmati oleh etnis Tionghoa, tetapi menjadi populer di kalangan masyarakat pribumi, khususnya Jawa Timur. Ote-ote juga tidak hanya menjadi jajanan di pinggir jalan tetapi juga menjadi bagian dari kuliner tradisional Jawa Timur yang kaya akan rasa gurih dan tekstur renyah.
Seorang Technical Chef salah satu produsen bumbu rempah dan dry herbs yang juga warga Desa Sadang RT 7 RW 2 Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo, Lukman Hakim (39 tahun) mengatakan, untuk membuat ote-ote yang enak harus sesuai dengan tahapan dan bahan yang berkualitas.
"Untuk membuat ote-ote yang enak perlu kita pelajari hierarki dari ote-ote itu apa. Secara garis besar adalah campuran dari beberapa sayuran dengan bumbu putih yakni bawang merah, bawang putih, kemiri, merica, garam. Sayuran umumnya yang bisa digunakan adalah wortel, tauge panjang, kubis juga bawang prei, rumput laut, jamur, udang dan daging cincang yang ditambah dengan campuran tepung dan telur. Semuanya pilih yang keadaan fresh," ucapnya kepada VIVA Jatim, Kamis 4 Desember 2025.
Sementara untuk menghasilkan ote-ote yang krispi harus memperhatikan komposisi serta campuran tiga bahan tepung dengan takaran yang pas.
"Membuat ote-ote yang enak yang perlu kita garis bawahi juga adalah komparasi campuran antara tepung terigu sebagai base utama, tepung beras sebagai citarasa kriuknya dan maizena untuk melembutkan tekstur adonan. Jika 3 bahan tepung tersebut dibuat dengan takaran pas, hasil ote-otenya akan lumer dimulut, kriuk, gurih seperti tempura," jelasnya.