Panik Sekampung gegara Nenek Soeminah Hilang Semalaman, Ternyata Tidur di Atap Rumah
- Rachmad Fahrizal Tito/VIVA Jatim
Surabaya, VIVA Jatim – Warga di Jalan Dukuh Gemol Kali Wiyung, Kota Surabaya, panic bukan kepalang setelah tersiar kabar salah satu warga di sana yang sudah lanjut usia, Soeminah, tiba-tiba hilang dari kamarnya, Jumat, 19 Desember 2025, pagi. Setelah dicari, ternyata Nenek Soeminah tidur di atap rumah.
Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, Nenek Soeminah berada di dalam kamarnya sejak Kamis, 18 Desember 2025, malam sekitar pukul 21.00 WIB. Anggota keluarga yang lain pun lalu beristirahat dengan tenang.
Kepanikan baru muncul menjelang Subuh pada Jumat, 19 Desember 2025, setelah Nenek Soeminah menghilang dari dalam kamarnya.
“Kami pikir nenek tidur seperti biasa di kamarnya. Tapi pas subuh dicari setelah kami lihat di kamar ternyata tidak ada,” ujar salah satu anggota keluarga.
Kepanikan pun tak terelakkan. Keluarga berkoordinasi dengan RT, RW bersama warga sekitar dan mencari Nenek Soeminah. Setiap gang di perkampungan disisir. Namun, Nenek Soeminah tak jua ditemukan.
Hampir saja putus asa, seorang warga mendongak ke atas dan melihat Nenek Soeminah berada di atap rumah. “Waktu lihat ke atas, ternyata nenek ada di atap. Kami langsung minta tolong kepada Pak Lurah,” kata warga setempat.
Laporan tersebut lalu diteruskan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya melalui Lurah Jajar Tunggal sekitar pukul 08.29 WIB. Tak lama berselang, satu unit Rescue Rayon 4 Wiyung meluncur ke lokasi dan tiba hanya dalam waktu lima menit.
Petugas bergerak cepat namun penuh kehati-hatian. Usia korban yang sudah lanjut membuat proses evakuasi harus dilakukan secara perlahan. Dengan metode lowering menggunakan tandu, petugas menurunkan tubuh Nenek Soeminah dari atap rumah.
“Korban masih sadar, tapi kondisinya lemah. Jadi evakuasi kami lakukan pelan-pelan supaya aman,” ujar Kepala Bidang Pemadaman DPKP Kota Surabaya, Wasis Sutikno.
Sekitar pukul 09.41 WIB, Nenek Soeminah akhirnya berhasil dievakuasi. Raut lega terlihat jelas di wajah keluarga dan warga sekitar yang sedari pagi menunggu di bawah rumah. Beberapa terlihat menahan haru saat sang nenek kembali menginjakkan kaki di tanah dengan selamat.