Cerita Petani Lebih Mudah Dapatkan Pupuk Bersubsidi Lewat I-Pubers
- Madchan Jazuli/Viva Jatim
Tulungagung, VIVA Jatim-Terik mentari sebenarnya hampir berada di atas ubun-ubun. Namun awan menutupinya dengan pekat, sehingga terasa hangat suasana sawah saat itu. Petani asal Desa Kauman, Kecamatan Tulungagung masih bertahan di sawah yang ia garap.
Lokasinya tak jauh dari selatan kediamannya, hanya sekitar 1 kilometer. Adalah Sunardi, lansia yang masih bersemangat dalam merawat dan bercocok tanam padi.
Ia memutuskan pulang dengan langkah pelan kembali ke pematang sawah. Bersamaan saat itu juga, Assistant Account Executive (AAE) PT Pupuk Indonesia Kabupaten Tulungagung, Endra Kurniawan menghampirinya di sawah.
Memberikan kabar gembira, yaitu alokasi pupuk bisa diambil sesuai jatah pemutakhiran data sistem Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok atau e-RDKK. Usai dijelaskan oleh petugas, mereka bergegas untuk ke sebuah kios yang berjarak sekitar 1 kilometer dari sawah garapannya.
Hanya dengan balutan kaos, topi dan celana pendek, Sunardi berangkat. Sesampainya di Kios Rejo Tani Desa Bolorejo Kecamatan Kauman, ia menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk mengecek alokasi yang ia terima.
Petani mengambil jatah pupuk di Tulungagung.
- Madchan Jazuli/Viva Jatim
Kakek berusia 71 tahun ini mengaku sistem digital I-Pubers lebih mudah. Tidak berbelit-belit, karena ketersediaan pupuk ada semua, terinput secara online.
"Cara pengambilan atau penebusan juga enak. Tinggal membawa KTP, langsung mengambil, syaratnya hanya KTP," katanya.
Harga eceran tertinggi berat 50 kilogram yaitu Pupuk Urea Rp 90 ribu dan Pupuk NPK Phonska Rp 92 ribu. Kemudian Pupuk NPK Kakak Rp 132 ribu, Pupuk ZA Rp 68 ribu, Pupuk Organik Petroganik Rp 25.600 untuk ukuran 40 kilogram.
"Tadi didatangi petugas diberi informasi ada tambahan kuota, harganya juga lebih turun," jelasnya.
Dengan harga turun, Sunardi merasa senang. Karena kebutuhan pupuk pengeluaran menjadi berkurang, sehingga bisa memaksimalkan biaya selama produksi hingga panen.
"Perasaannya senang. Biasanya Pupuk Urea 115 ribu, sekarang 90 ribu," ujarnya sembari tersenyum.
Meski sudah berusia lanjut, ia yang tinggal di Jalan Bromo No 113 RT 01 RW 02 Desa Kauman ini menyewa lahan sawah seluas 2 hektare. Di mana setiap 1.440 meter persegi bisa menghasilkan 8 kuintal beras.
Lain Sunardi, lain petani asal Desa Suwaluh Kecamatan Bandung, Imam Zaini. Ia menggarap sawah dengan luas lahan 1,5 hektare. Sehari-harinya bertani. Sore harinya mencari rumput untuk kambing-kambing peliharaannya.