Cerita Petani Lebih Mudah Dapatkan Pupuk Bersubsidi Lewat I-Pubers
- Madchan Jazuli/Viva Jatim
Zaini mengambil pupuk di UD Agra Lestari, hanya 300-an meter dari rumahnya. Ia merasa dimudahkan, karena petani hanya membawa KTP untuk dimasukkan data dari kios pupuk. Data sesuai dari RDKK, pengajuan tahun sebelumnya.
"Kami rasa lebih tetap sasaran, terbantu dengan aplikasi tersebut," beber Imam Zaini.
Zaini mengatakan dari luas lahan padi itu, membutuhkan kurang lebih 16 karung pupuk atau sekitar 8 kuintal, baik Urea, Phonska dan netralit.
"Kebutuhan kalau non subsidi ada kalau pas padi ambles (amblas) butuh non, kalau tidak amblas cukup itu," paparnya.
Dikatakannya, melalui aplikasi tersebut lebih mudah meminimalisir penimbunan pupuk karena sesuai dari RDKK. Petani yang ingin memanipulasi tidak bisa. Misalnya 1 hektare tanah mengaku 2 hektare.
"Petani yang ingin ngapusi (red, berbohong) tidak bisa, karena data sudah jelas punya 1 hektare bukan 2 hektare," akuinya.
Sembari menyeruput kopi di teras rumah yang menghadap hamparan sawah, bapak dua anak ini mengaku mekanisme penebusan pupuk bersubsidi lebih tertata.
Dulu petani di luar desa bisa dengan seenaknya membeli. Sekarang sejak pindah lokasi kios ditambah manajemen pengelolaan dari Pupuk Indonesia lebih akuntabel, termasuk menggunakan aplikasi menjadi lebih terbantu.
"Kalau sekarang tidak cocok dengan KTP meskipun dalam satu rumah tetap tidak bisa. Petani merasa terbantu, lebih mudah mendapatkan pupuk untuk subsidi," ulasnya.
Tak lupa ia mengapresiasi beberapa waktu lalu pada 26 November 2025, ada layanan uji tanah milik petani Desa Suwaluh. Petugas Pupuk Indonesia Layanan Uji Tanah Wilayah Jatim II dari Divisi PPR3 Pendukung Penjualan, Muhamad Saiful Anwar langsung datang dan menguji kandungan sawah petani.
"Keluhan saya ketika saya tanami berturut-turut selama 3 kali, biasanya 2 kalo padi 1 palawija ini yang terskhir ini 3. Kendalanya itu setelah dipupuk itu ada yang pertumbuhannya tidak maksimal, ambles atau bagaimana," tutur Imam.
Ia bersyukur sudah bisa mengatasi menggunakan pupuk zink dengan penggunaan selama tiga kali, lalu dibantu dengan KCL. Saat ini sudah berangsur pulih.
Imam berharap setelah adanya pemeriksaan uji tanah ini, bisa benar-benar membawa perubahan. Sehingga petani tidak asal memberikan pupuk kepada tanaman yang kondisi tanahnya tidak subur.