Pendopo Pate Alos Besuki, Ikon Wisata Kota Tua Situbondo Diresmikan Fadli Zon
- Istimewa
“Kalau kita lihat secara fisik, bangunan ini sangat layak menjadi suatu museum,” katanya.
Fadli membayangkan bangunan tersebut dapat menjadi museum yang menjelaskan sejarah Karesidenan Besuki pada masa lalu. Ia menekankan pentingnya menghadirkan narasi sejarah yang utuh, termasuk peran Besuki sebagai wilayah administratif yang pernah menaungi lima kabupaten.
“Museum ini bisa menjelaskan tentang sejarah Karesidenan Besuki dulu, bagaimana masa-masa itu, dan keberlanjutannya sampai sekarang,” ujarnya.
Fadli Zon juga melihat potensi bangunan tersebut untuk dikembangkan sebagai pusat budaya yang hidup. Tidak hanya berfungsi sebagai ruang budaya, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan aktivitas masyarakat.
“Ini bisa menjadi pusat budaya, pusat edukasi, pusat belajar, bahkan pusat kegiatan-kegiatan seni yang ada di Situbondo,” kata dia.
Ia menegaskan, secara prinsip bangunan tersebut memang semestinya difungsikan sebagai museum karena tingkat keasliannya masih tinggi. Struktur ruang, tinggi bangunan, hingga atmosfer heritage dinilai masih terjaga.
“Keasliannya masih ada, auranya masih kelihatan sebagai bangunan heritage,” ujar Fadli Zon.
Fadli juga membuka peluang agar bangunan tersebut ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat nasional. Dengan status tersebut, pemanfaatan dan pengembangannya dapat dilakukan lebih optimal sesuai amanat konstitusi.
“Kalau menjadi cagar budaya nasional, tentu bisa kita manfaatkan dan kembangkan sesuai amanat UUD,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, Fadli Zon meminta agar rencana pengembangan bangunan tersebut dikomunikasikan secara teknis melalui Balai Kebudayaan Jawa Timur.
Ia berharap ada sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar bangunan bersejarah itu tidak hanya terjaga, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat Situbondo.
Baru pada Minggu malam, prosesi peresmian Pendopo Pate Alos dilaksanakan, ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, disaksikan Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menegaskan bahwa revitalisasi Pendopo Pate Alos menjadi titik awal pengembangan Wisata Kota Tua Besuki, dengan pendekatan pelestarian sejarah, edukasi budaya, dan penguatan ekonomi masyarakat.
“Peresmian ini bukan perayaan, tetapi ikhtiar bersama untuk bangkit, menjaga warisan sejarah, dan menata masa depan Besuki dengan tetap menghormati nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan,” ujar bupati akrab disapa Mas Rio itu.