Libur Panjang Jelang Ramadan, Belasan Ribu Santri Lirboyo Kediri Dipulangkan
- Dokumentasi Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.
Kediri, VIVA Jatim – Ramadan adalah bulan yang ditunggu-tunggu oleh para santri. Bukan hanya karena Ramadan diyakini sebagai bulan istimewa dalam Islam, tapi juga karena mereka akan menikmati libur panjang. Satu bulan lebih. Sebelum Ramadan hingga selepas Hari Raya Idul Fitri.
Beberapa pondok pesantren sudah bersiap-siap memulangkan para santrinya secara bertahap. Di antaranya Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Di salah satu pesantren tua di Jawa Timur itu, pemulangan santri dijadwalkan dilakukan selama dua hari, Kamis-Jumat, 29-30 Januari 2026.
Berdasarkan data dari Pondok Pesantren Lirboyo, total sebanyak 17.300 santri putra dan putri yang akan dipulangkan secara bertahap. Mereka tidak pulang sendiri-sendiri. Tapi diantarkan pihak pesantren sampai ke kota tujuan, yakni 70 titik se Indonesia.
Agar proses pemulangan santri berjalan lancar, pihak Pesantren Lirboyo Kediri menyiapkan total 344 unit kendaraan untuk mengantarkan para santri ke kota tujuan. Yakni bus, minibus, dan mobil keluarga. Sebagian di antaranya disiapkan tiket pesawat dan kapal laut.
“Bus menjadi moda transportasi yang paling dominan digunakan untuk mengantar santri ke titik tujuan,” kata Juru Bicara Pondok Pesantren Lirboyo, HM. Abdul Muid Shohib atau Gus Muid, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 27 Januari 2026.
Santri Lirboyo Kediri saat pulang karena libur panjang.
- Dokumentasi Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.
Dia menambahkan, proses pemulangan di hari pertama dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Jadwal diatur demikian agar tidak terjadi penumpukan dan kemacetan. Begitu pula pada saat proses pemulangan santri di hari kedua.
Guna memastikan seluruh santri sampai ke tujuan dengan aman, Pondok Pesantren Lirboyo telah membentuk tim khusus yang berkoordinasi dengan para alumni di berbagai daerah. Pihak pesantren juga mengimbau kepada para wali santri agar menjemput putra-putrinya sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Hal ini bertujuan agar stabilitas keamanan dan kenyamanan di area pesantren maupun titik penjemputan tetap terjaga. "Informasi ini disampaikan sebagai bentuk keterbukaan pihak pesantren kepada masyarakat dan wali santri agar proses transisi libur tahun ini berjalan lancar tanpa kendala berarti," tandas Gus Muid.
Gus Muid menambahkan, libur panjang tahun ini akan dinikmati para santri Lirboyo hingga 6 April 2026. Atas nama pesantren, ia berpesan kepada para santri agar menjaga jati diri mereka sebagai santri selama berada di kampung halaman.