Mengenal Gus Nafi' Sosok yang Cerdas asal Trenggalek
- Istimewa.
Trenggalek, VIVA Jatim-Pekan ini Nahdliyyin Trenggalek kehilangan sosok kader yang cerdas dalam keilmuan agama. Adalah Agus H Nafi'ul Waro, Wakil Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Trenggalek wafat.
Kakak Ipar sekaligus Wakil Syuriah PCNU Trenggalek, KH Zahro Wardi mengungkapkan bahwa sosok Gus Nafi'ul Waro adalah pribadi yang cerdas. Kecerdasannya tampak sejak mondok di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-ien (PPHM) Lirboyo Kediri.
"Gus Nafi' (GN) itu anak yg cerdas. Betul-betul cerdas," ujar KH Zahro Wardi kepada penulis.
Gus Zahro menerangkan GN pertama masuk PP Lirboyo pada tahun 1997. Sebelumnya, dia pernah mondok sebentar di Pondok Darussalam Jajar. Di mana saat itu Gus Zahro tamat tingkat aliyah atau jenjang terakhir di Madrasah MHM Lirboyo.
"Kebetulan saya diberi kesempatan memulai berkhidmah diangkat sebagai pengajar SP Sekolah Persiapan MHM Lirboyo," tambahnya.
Kiai yang juga Anggota Komisi Fatwa MUI Jatim ini menerangkan GN tamat MHM Lirboyo pada tahun 2006. Ketia itu dia langsung pulang dan tidak melanjutkan khidmah namun pulang untuk menikah.
Gus Zahro mengaku pernah satu asrama dan satu kamar. Sekalipun Gus Zahro sangat senior atau usia terpaut 11 tahun tetapi sering ngopi kongkow bersama. Dan tak jarang jika ada pelajaran yang musykil, almarhum tak sungkan bertanya.
"Ia memanggil saya Mbah. panggilan saya saat itu mengikuti cara manggil kebanyakan teman karena faktor tertentu. Tak mengira tak menyangka, kelak akhirnya menjadi kakak saya," ulasnya.
Awal-awal mondok, kecerdasan GN lebih tertutupi karena kenakalannya. Dia memiliki kebiasaan sulit dibangunkan saat tidur. Dia juga jarang mandi dan berpakaian apa adanya.
"Padahal saat itu seingat saya abahnya sudah mapan secara ekonomi. Bahkan sudah berkidmah di NU sebagai Katib Syuriah PCNU sekaligus pengasuh pondok pesantren," terangnya.
Pejuang Ilmu yang Gigih-Bertanggung Jawab
Gus Zahro juga mengenang sosok almarhum sebagai pribadi yang memiliki semangat belajar luar biasa dan dedikasi tinggi terhadap umat. Menurut Gus Zahro potensi intelektual GN mulai menonjol saat menempuh pendidikan di jenjang Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah.