Kisah Bripda Kadek : Anak Buruh Tani Jadi Bintara Terbaik SPN Polda Jatim

Bripda Kadek saat pemasangan pangkat
Sumber :
  • Humas Polda Jatim

Surabaya, VIVA Jatim-Di tengah deretan ratusan bintara muda yang berdiri tegap di Lapangan Tribrata SPN Polda Jawa Timur, Kamis, 4 Juni 2026, sosok Bripda I Kadek Juniarta Utama tampak tak berbeda dari rekan-rekannya. Seragam cokelat yang dikenakan sama, pangkat yang disematkan juga serupa. Namun, perjalanan yang membawanya berdiri di titik itu menyimpan kisah yang istimewa.

img_title Puluhan Massa Demo Polda dan Kejati Jatim Minta Usut Kasus Jampidsus

Putra kelahiran Denpasar, 12 Juni 2006 itu tumbuh dalam keluarga sederhana. Ayahnya, Wayan Suyasa, bekerja sebagai buruh harian yang mengandalkan upah dari pekerjaan serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Di tengah keterbatasan ekonomi, Kadek menyimpan satu mimpi yang tak pernah berubah sejak kecil: menjadi anggota Polri.

Mimpi itu bukan sekadar angan. Setiap hari, ia berusaha membuktikan bahwa kondisi keluarga tidak boleh menjadi penghalang untuk meraih cita-cita. Tekad itulah yang mengantarkannya lolos menjadi siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri dengan kualifikasi kemampuan Brimob Tahun Anggaran 2026 di SPN Polda Jawa Timur.

img_title Polisi Gerebek Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri

Lima bulan pendidikan yang dikenal sebagai "Kawah Candradimuka" bukan perjalanan yang mudah. Latihan fisik yang berat, disiplin ketat, hingga tuntutan akademik menjadi tantangan yang harus dihadapi setiap siswa.

Namun Kadek mampu menjawab seluruh tantangan tersebut dengan prestasi membanggakan. Ia dinobatkan sebagai lulusan terbaik predikat Cendekia setelah meraih nilai akademik tertinggi, yakni 82,878.

img_title Musim Kemarau, Brimob Polda Jatim Siagakan Personel dan Alat Khusus Cegah Karhutla

Di hadapan orang tua, keluarga, dan para pejabat kepolisian yang menghadiri upacara pelantikan, Kadek mengaku bersyukur cita-citanya akhirnya tercapai.

"Puji syukur, cita-cita saya tercapai berkat dukungan orang tua dan seluruh pendidik di SPN Polda Jatim," ujarnya dengan wajah penuh haru.

Keberhasilan itu menjadi hadiah terindah bagi kedua orang tuanya. Sang ayah, Wayan Suyasa, mengaku tidak memiliki banyak hal untuk diberikan kepada putranya selain doa dan dukungan.

"Kami tidak ada biaya, hanya tekad yang bulat diiringi doa untuk anak kami bisa mencapai cita-citanya sebagai anggota Polri," tuturnya.

Ucapan sederhana itu menggambarkan perjuangan banyak keluarga kecil di pelosok negeri yang menggantungkan harapan pada pendidikan dan kerja keras anak-anak mereka.

Kisah Kadek juga menjadi bukti bahwa kesempatan di institusi Polri terbuka bagi siapa saja. Bukan latar belakang keluarga yang menentukan hasil akhir, melainkan kemauan untuk berjuang dan kemampuan untuk terus belajar.

Halaman Selanjutnya
img_title