Menjelang Muktamar NU Ke-35, Ingat Pesan Mbah Hasyim
- Dokumen M. Faisol Fatawi.
Perbedaan aspirasi menjelang muktamar adalah hal wajar, bahkan tanda bahwa organisasi hidup. Dari pengalaman saya di tingkat cabang, dinamika semacam ini nyaris selalu muncul setiap kali mendekati hajatan besar. Yang penting, dinamika itu tetap berpijak pada persaudaraan: kompetisi jangan berubah jadi permusuhan, dan perbedaan pilihan jangan sampai memutus silaturahmi. Siapa pun yang kelak dipercaya memimpin sesungguhnya hanyalah pelaksana amanah jam'iyah, bukan pemilik organisasi. Karena itu, seluruh warga Nahdliyin perlu menata niat kembali: muktamar bukan arena mencari kemenangan pribadi, melainkan ruang mencari kemaslahatan bersama.
Pesan Mbah Hasyim juga mengingatkan bahwa kemajuan lahir dari akumulasi jutaan tindakan kecil yang dilakukan penuh tanggung jawab oleh seluruh anggota, bukan kerja satu tokoh saja. Guru yang mengajar dengan ikhlas, pengurus ranting yang melayani masyarakat, mahasiswa yang menjaga nama baik NU di kampus, warga biasa yang merawat persaudaraan. Barangkali di situlah warisan terbesar beliau. Bukan sekadar organisasi, melainkan budaya. Kepemimpinan boleh berganti berkali-kali, tetapi budaya persatuan dan tanggung jawab harus terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Tanpa budaya itu, organisasi hanya akan menjadi struktur yang kehilangan ruh.
Menjelang Muktamar NU ke-35 tahun 2026, sudah saatnya kita menjadikan al-wifāq wa al-wi'ām sebagai etika bersama, dan taqwiyatu al-syu'ūr al-mas'ūliyyah sebagai karakter kolektif. Ini bukan warisan yang cukup dikenang setahun sekali menjelang muktamar, tapi pekerjaan rumah yang harus terus kita kerjakan, hari demi hari. Kebesaran organisasi, saya percaya, tidak diukur dari banyaknya anggota, tetapi dari kuatnya persaudaraan dan kokohnya rasa tanggung jawab di antara mereka. Itulah pesan Mbah Hasyim yang layak terus dijaga. Warisan yang pantas dibawa NU melangkah menuju abad keduanya.
Wallahu a'lam.
Penulis adalah Sekretaris Tanfidziyah PCNU Kota Malang masa khidmat 2022–2027.