Pulau Bawean dan Pembangkit Semangat Hidup Wakil Ketua DPRD Surabaya
- Istimewa
Menurut Toni, pemerintah perlu memikirkan penyediaan kapal berkapasitas besar, yang mampu beroperasi dalam kondisi gelombang lebih tinggi. Sehingga mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik tidak selalu terhenti ketika cuaca berubah.
Pimpinan DPRD Kota Surabaya itu berharap Bupati Gresik dan Gubernur Jawa Timur dapat menjadikan persoalan transportasi laut sebagai prioritas pembangunan Bawean.
"Kami berharap Bupati Gersik bersama Gubernur Jawa Timur paling tidak bisa berkoordinasi secara aktif, agar mobilitas penduduk dari dan ke Pulau Bawean, serta mobilitas distribusi logistik ke Bawean tidak terganggu," ucapnya.
Menjaga Bawean Tetap Menjadi Bawean
Bagi Toni, Bawean memiliki modal besar untuk berkembang melalui sektor pariwisata. Keindahan pantai, alam yang masih lestari, hingga budaya masyarakat menjadi kekuatan yang tidak dimiliki banyak daerah.
Namun ia berharap pembangunan wisata tidak menghilangkan identitas masyarakat Bawean yang dikenal religius. Menurutnya, justru nilai-nilai budaya dan religius masyarakat itulah yang menjadi daya tarik utama Pulau Bawean.
"Kalau wisata Bawean berkembang, biarlah berkembang dengan karakter Bawean sendiri. Yang dibangun adalah ekowisata berbasis kearifan lokal, bukan meniru daerah lain," katanya.
Energi Baru
Bagi Toni, napak tilas ke Bawean bukan sekadar perjalanan mengenang masa lalu. Ia mengaku pulang dengan membawa semangat baru untuk terus mengabdi.
Pulau yang pernah menjadi tempatnya tumbuh dalam keterbatasan, kini kembali mengingatkannya tentang arti perjuangan dan kepedulian terhadap masyarakat.
"Saya merasa mendapatkan energi kembali. Semangat hidup yang dulu saya pelajari di Bawean menjadi pengingat untuk terus berbagi manfaat dan melayani masyarakat," ujarnya.
Toni berharap seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikan selama safari politik di Bawean, dapat diperjuangkan melalui kebijakan dan penganggaran. Sehingga Bawean tidak lagi merasa menjadi wilayah yang tertinggal dan dianaktirikan.
Sebab, bagi Toni, Bawean bukan hanya sebuah pulau di utara Gresik. Bawean adalah halaman hidup yang pernah menempanya menjadi pribadi yang mampu bertahan dalam keterbatasan, belajar berdiri di depan banyak orang, dan memahami bahwa setiap perjalanan pulang selalu menyisakan kenangan.
"Kami berharap masalah klasik yang terjadi di Bawean 26 tahun lalu, dan sekarang masih tetap sama, bisa segera diatasi. Terutama masalah pelayanan kesehatan dan kapal. Menurut saya ini sangat penting dan harus dipikirkan pemerintah demi kemajuan Pulau Bawean kedepan," pungkas Toni.