Perajin Sepatu Kulit di Mojokerto Kebanjiran Pesanan Jelang Tahun Ajaran Baru, Permintaan Naik Lima Kali Lipat
- M. Lutfi Hermansyah
Mojokerto, VIVA Jatim-Aktivitas rumah produksi sepatu kulit di Lingkungan Sinoman Gang 1, Kelurahan Miji, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, nyaris tanpa jeda. Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027, aktivitas produksi meningkat tajam seiring melonjaknya permintaan sepatu sekolah berbahan kulit.
Momen kembali masuk sekolah menjadi musim panen bagi para perajin sepatu.
Salah satunya dirasakan Rizaldi (30), pemilik merek sepatu kulit Provillo, yang mengaku permintaan produknya meningkat hingga lima kali lipat dibanding periode normal.
"Permintaannya meningkat sampai sekitar 500 persen. Kami cukup kewalahan melayani produksi," ujar Rizaldi kepada VIVA Jatim, Kamis, 9 Juli 2026.
Dalam periode menjelang tahun ajaran baru ini, jumlah pesanan berkisar 7.500 pasang. Sedangkan di hari-hari biasa hanya sekitar 1.500 pasang per bulan.
Menurut Rizaldi, lonjakan pesanan mulai terasa sejak awal Juli, bertepatan dengan berakhirnya masa libur sekolah dan dimulainya persiapan orang tua memenuhi kebutuhan perlengkapan belajar anak.
Model yang paling banyak dicari adalah pantofel bertali berbahan kulit asli yang umum digunakan siswa SMP dan SMA. Selain untuk keperluan sekolah, model serupa juga banyak dipesan mahasiswa yang akan mengikuti kegiatan orientasi kampus.
"Yang paling diminati saat ini pantofel bertali untuk siswa SMP, SMA, hingga mahasiswa yang membutuhkan sepatu formal," katanya.
Tak hanya melayani konsumen lokal Mojokerto, Provillo juga menerima permintaan dari berbagai daerah melalui jaringan reseller. Rizaldi menyebut pesanan datang dari Surabaya, Yogyakarta, Bali, Magetan, Tulungagung hingga Pemalang.
Meski penjualan daring belum menjadi kanal utama, peningkatan permintaan dari mitra penjualan turut mendongkrak volume produksi selama musim back to school. Untuk memenuhi lonjakan pesanan, Rizaldi memilih menambah jam kerja karyawan melalui sistem lembur.
“Saat ini kami masih mengandalkan lembur karyawan agar pesanan bisa selesai tepat waktu," ujarnya.
Pengalaman menghadapi lonjakan permintaan tahun ini juga menjadi bahan evaluasi bagi usahanya. Rizaldi berencana memulai produksi stok sepatu sekolah lebih awal pada 2027 agar kapasitas produksi lebih siap menghadapi musim yang sama.
"Tahun depan kami akan mulai menyiapkan produksi sejak Januari agar stok untuk musim masuk sekolah sudah lebih siap," katanya.