Perajin Sepatu Kulit di Mojokerto Kebanjiran Pesanan Jelang Tahun Ajaran Baru, Permintaan Naik Lima Kali Lipat
- M. Lutfi Hermansyah
Seluruh sepatu sekolah merek Provillo menggunakan kulit sapi asli yang dipasok dari sentra penyamakan kulit di Magetan, Jawa Timur. Sementara bagian sol memanfaatkan material thermoplastic rubber (TPR), yang dipilih karena dinilai memiliki daya tahan dan fleksibilitas yang baik.
Menurut Rizaldi, kombinasi material tersebut membuat sepatu lebih nyaman digunakan di permukaan jalan seperti aspal maupun paving serta memiliki daya cengkeram yang baik.
"Untuk sepatu sekolah kami menggunakan kulit sapi asli. Dengan perawatan yang tepat, daya pakainya bisa mencapai dua sampai tiga tahun," jelasnya.
Ia menyarankan pengguna tidak langsung menjemur sepatu kulit di bawah sinar matahari setelah terkena hujan karena dapat menyebabkan kulit menjadi kaku dan mudah retak. Sebagai gantinya, sepatu cukup diangin-anginkan sebelum diberi semir atau cairan perawatan kulit.
Bisnis yang kini dikelola Rizaldi merupakan usaha keluarga yang telah dirintis sejak 1996. Awalnya, orang tuanya memproduksi sandal sebelum kemudian beralih membuat sepatu setelah krisis ekonomi pada awal 2000-an.
Menurut Rizaldi, perpindahan fokus ke produksi sepatu dilakukan karena permintaannya dinilai lebih stabil sepanjang tahun dibanding sandal yang cenderung meningkat hanya menjelang Lebaran.
"Kalau sandal lebih musiman. Sementara sepatu punya beberapa momentum, seperti musim masuk sekolah, Agustus untuk kebutuhan Paskibraka, hingga akhir tahun untuk kebutuhan kerja dan acara formal," tuturnya.
Sepatu Kulit Provillo Mojokerto
- M. Lutfi Hermansyah
Selain pantofel sekolah, Provillo kini juga memproduksi berbagai model lain seperti sepatu kasual, sneaker, derby hingga loafer sesuai perkembangan tren pasar.
Provillo memasarkan sepatu dengan harga yang bervariasi, mulai Rp150 ribu untuk model standar hingga sekitar Rp1 juta untuk pesanan dengan material premium atau kebutuhan khusus.
Rizaldi mengatakan usahanya juga melayani pembuatan sepatu secara custom, baik untuk pembelian satu pasang maupun kolaborasi dengan pemilik merek lain, selama masih sesuai dengan lini produk formal dan kasual yang mereka produksi.
Dengan meningkatnya permintaan menjelang tahun ajaran baru, ia berharap industri alas kaki lokal terus mendapat dukungan masyarakat sehingga mampu menjaga keberlangsungan usaha sekaligus membuka lapangan pekerjaan di daerah.