Cerita Mahasiswa Psikologi Untag Surabaya Raih Bronze Medal Mandalika Essay Competition 2026

Dua Mahasiswa Untag Surabaya Peraih Bronze Medal Mandalika Essay Competition 2026.
Sumber :
  • Rachmad Fahrizal Tito

Surabaya, VIVA Jatim-Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa. Tim mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya berhasil meraih Bronze Medal dalam ajang Mandalika Essay Competition (MEC) VIII lewat gagasan inovatif pengembangan desa wisata berbasis masyarakat lokal di Labuan Bajo.

img_title PKKMB Untag Surabaya 2026 Hadirkan Tulus dan Yura Yunita, Ada Aktivis Lingkungan Dunia

Kompetisi esai tingkat nasional yang diselenggarakan Lembaga Setara Prisma Nusantara (Nusantara Muda) bekerja sama dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Mataram itu berlangsung di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 16–18 Mei 2026.

Tim Untag Surabaya diketuai Yuniar Dwi Putri dengan anggota Ramadhan Eka Prayoga, Devita Permatasari, Linda Anas Tasya Oktaviani, dan Alvin Syawaludin Mulyono. Pada babak final kategori Pariwisata dan Kebudayaan, Yuniar bersama Ramadhan dipercaya mempresentasikan karya ilmiah di hadapan dewan juri.

img_title UKM Taekwondo Untag Surabaya Borong 20 Medali di Kejurnas Piala Wali Kota Surabaya 2026

Mereka berhasil bersaing dengan finalis dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia, seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB).

Tim mengusung esai berjudul "Manggarai Maritim Culture Hub sebagai Model Pariwisata Ekonomi Biru Berbasis Budaya untuk Menekan Kemiskinan dan Kebocoran Ekonomi di Labuan Bajo."

img_title Wakil Rektor III Untag Surabaya Paparkan Strategi Internasionalisasi di WUiDAY 2026 Thailand

Melalui karya tersebut, mereka menawarkan konsep pengembangan desa wisata yang menempatkan masyarakat lokal sebagai aktor utama dalam sektor pariwisata, mulai dari pelaku UMKM, pengelola destinasi, hingga pelestari seni dan budaya.

Yuniar mengatakan gagasan tersebut lahir dari keinginan agar potensi wisata mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa harus meninggalkan kampung halaman.

"Harapannya, masyarakat setempat tidak perlu mencari pekerjaan ke luar daerah karena potensi wisata yang dimiliki desa dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya, Selasa, 14 Juli 2026.

Ia menjelaskan, proses penyusunan esai memakan waktu sekitar tiga bulan. Selama itu, tim melakukan studi literatur, berkomunikasi dengan masyarakat dan instansi di Kabupaten Manggarai, serta menyempurnakan naskah bersama dosen pembimbing Yuriadi.

Meski demikian, perjalanan menuju babak final tidak mudah. Salah satu tantangan terbesar adalah keterbatasan melakukan observasi langsung ke lokasi penelitian sehingga seluruh pengumpulan data dilakukan melalui komunikasi jarak jauh dan penelusuran berbagai referensi ilmiah.

Halaman Selanjutnya
img_title