Kisah Zahira, Penyandang Disabilitas Daksa Diterima Sastra Inggris Unesa Lewat KIP Kuliah
- Istimewa
"Kami melakukan seleksi secara ketat karena kuota penerima KIP Kuliah terbatas. Kami melihat berbagai aspek, mulai dari kondisi ekonomi, prestasi, hingga motivasi mahasiswa untuk berkembang. Itu dilakukan untuk memastikan beasiswa tepat sasaran," jelas Martadi.
Menurutnya, penerima KIP Kuliah di Unesa tidak hanya memperoleh pembebasan biaya pendidikan, tetapi juga mendapatkan pendampingan akademik, dukungan tempat tinggal, pembinaan prestasi, kesempatan mengikuti organisasi kemahasiswaan, hingga peluang mobilitas atau student exchange di dalam maupun luar negeri.
Bagi Unesa, kisah Zahira menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi maupun kondisi fisik bukan penghalang untuk meraih pendidikan tinggi. Melalui program KIP Kuliah, kampus berupaya memastikan setiap talenta muda memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan mewujudkan cita-citanya.