Kiai Imjaz di Mata Gus Ipang Cicit Mbah Hasyim: Dia Pemimpin Masa Depan NU

Kiri ke kanan: Gus Ipang, KH Nurul Huda Djazuli, dan Kiai Imam Jazuli.
Sumber :
  • Istimewa

Surabaya, VIVA Jatim – Nama Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA), KH Imam Jazuli atau Kiai Imjaz, turut berseliweran bersama sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama lainnya menjelang Muktamar ke-35 NU di PP Tambakberas Jombang. Ia ikut tersorot karena kiprahnya sebagai pengasuh yang mampu menggabungkan tradisi dan perkembangan zaman.

img_title Gus Kikin Jadi Ketum PBNU, Janji Tak Lupakan PWNU Jatim

Gus Irfan Asy’ari Sudirman Wahid atau Gus Ipang berpendapat, Kiai Imjaz adalah cermin dari sosok yang memulai dari nol dan mampu mewujudkan gagasan baru yang dilahirkannya. Contohnya pada pesantren yang didirikan Kiai Imjaz, BIMA. menunjukkan bahwa pesantren dapat tetap berakar kuat pada tradisi sekaligus beradaptasi secara agresif terhadap perubahan zaman.

Gus Ipang mengaku selalu terpukau dengan orang yang mampu meraih satu pencapaian dimulai dari nol. “Bukan dari satu, apalagi dari fasilitas warisan. Membangun pesantren dari bawah, di tengah persaingan zaman digital, adalah pekerjaan yang sangat berat,” ujar Gus Ipang dalam keterangan pers, Senin, 17 Agustus 2026.

img_title Gus Fiqi soal Polemik PAN Vs Ansor Jatim: Ingat, Jaga Sejarah dan Transparansi

Putra dari Salahuddin Wahid atau Gus Sholah itu menilai perkembangan Pesantren BIMA menjadi salah satu contoh konkret bagaimana visi pendidikan pesantren yang transformatif dapat diwujudkan secara bertahap. Dalam kurun sekitar 13 tahun, BIMA disebut telah berkembang dengan jumlah santri lebih dari 5.000 orang dan kawasan pesantren yang mencapai sekitar 92 hektare. 

Dari sisi pendidikan tinggi, sekitar 70 persen alumninya disebut memperoleh beasiswa untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi ternama dunia, sementara sekitar 30 persen lainnya diterima di perguruan tinggi negeri (PTN).

img_title Kiai Imjaz Ungkap 5 Alasan Utama Kiai Miftachul Akhyar Terpilih Lagi Jadi Rais Aam PBNU

Bagi Gus Ipang, capaian tersebut tidak semata-mata menunjukkan pertumbuhan institusi. Lebih jauh, BIMA dinilai sedang menguji model baru pendidikan pesantren yang mempertemukan tradisi keislaman, penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesiapan menghadapi kompetisi global.

Tak Betah di Zona Nyaman

Gus Ipang menyebut salah satu karakter utama Kiai Imjaz adalah keberaniannya keluar dari zona nyaman pendidikan pesantren. di Pesantren BIMA, menurutnya, Kiai Imjaz tetap menjaga tradisi keilmuan dan spiritualitas, tetapi pada saat yang sama berani melakukan pembaruan terhadap kurikulum, visi, metode pembelajaran, dan orientasi lulusannya.

Halaman Selanjutnya
img_title