Dilantik Sebagai Ketua HIPMI PT Surabaya, Alicia Komitmen Perbaiki Kinerja dan Perluas Kolaborasi
- Istimewa
"Karena kami di HIPMI ada motto 'Pejuang Pengusaha Pengusaha Pejuang:. Dalam pemilihan juga ada moto, 'Bertanding untuk bersanding'," tuturnya.
Ia menambahkan pemilihan ketua hanya simbolis. Sebab tugas selanjutnya yakni bersama-sama membawa HIPMI maju dan menularkan virus enterpreneur kepada generasi muda.
"Pesan saya, jangan menjadi pemimpin yang post power syndrom. Karena level teratas dari pemimpin adalah mau dipimpin oleh orang yang pernah dipimpin," ujarnya.
Direktur Kemahasiswaan Prof Hadi Subhan berharap dengan dilantiknya HIPMI PT Surabaya mahasiswa akan memperoleh ilmu berwirausaha. Menurutnya, Ini sangat bermanfaat terutama untuk membina soft skills para mahasiswa.
"Jadi kalau orang berwirausaha itu bukan hanya soal duit tapi soal character building. Ada komunikasi, ada 'strugling, ada tim work, ada motivasi, ada menyelesaikan masalah dan seterusnya," ungkapnya.
Ia kemudian mengingatkan bahwa dunia di luar dengan dunia kampus sering tidak sinkron. Oleh karena itu, ia mendukung sekali program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) karena program itu berupaya menyingkronkan antara dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dengan kampus.
Pada kesempatan yang sama, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Surabaya, Agus Imam Sonhaji mengatakan bahwa HIPMI PT Surabaya akan menjadi kesempatan bagi pengurus HIPMI PT Surabaya yang telah dilantik untuk bisa mengenal dunia bisnis. Karena tidak semua mahasiswa yang masuk jajaran kepengurusan yang baru dilantik tersebut lahir dari keluarga pebisnis.
Ia juga berharap ada sinergitas yang dibangun antara BEM Unair dengan HIPMI PT Surabaya karena kedua sisi sebenarnya saling berkaitan. Politik dan ekonomi harus berjalan sejajar agar seimbang.
"Satu politik dan satunya ekonomi bisnis. Ini bagus banget karena perpolitikan itu harus dibangun dan didukung oleh ekonomi. Kalau sudah disiapkan sejak awal, saya yakin Indonesia emas akan bisa terwujud dengan baik. Untuk itu, saya berharap keduanya bida berkolaborasi," kata Agus.
Ia menegaskan bahwa pemerintah Kota Surabaya memerlukan agen perubahan, salah satunya untuk mengembangkan sentra wisata kuliner (SWK) yang telah didirikan oleh Pemkot Surabaya di banyak titik di wilayah Surabaya. Sebagian SWK tersebut berkinerja baik, tetapi sebagian kurang berjalan.