Seberapa Penting Asupan Gizi Seimbang untuk Cetak Generasi Cerdas? Ini Penjelasannya
- Istimewa
Tulungagung, VIVA Jatim-Kepala Instalasi Gizi RSUD dr Iskak Tulungagung, Ratih Puspitaningtyas mengatakan asupan gizi seimbang akan membantu mencetak generasi sehat, cerdas dan produktif.
Ia mengungkapkan problem gizi yang dihadapi masyarakat saat ini adalah gizi berlebih. Hal itu dapat memicu obesitas dan kekurangan kecukupan gizi yang dapat memicu stunting.
"Oleh sebab itu, masyarakat perlu mengetahui betapa pentingnya menjaga pola makan serta memperhatikan kandungan gizi supaya kebutuhan terhadap gizi dapat tercukupi, serta menjaga keseimbangan gizi," ujarnya.
Ia menegaskan kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Dan Program Makan Bergizi Gratis, katanya, juga sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menargetkan terciptanya generasi emas atau generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju.
Pemaparan tersebut disampaikan Ratih dalam sosialisasi MBG di Tulungagung, Jumat, 2 Mei 2025. Ratusan peserta mengikuti sosialisasi tersebut.
Tenaga Ahli DPR RI, Wisnu Wahyu Hardjanto menyampaikan mengenai fungsi dari MBG dalam memenuhi kebutuhan gizi bagi penerima manfaat dan meningkatkan perekonomian masyarakat lokal.
“Bukan hanya mengatasi gizi saja, program MBG juda dirancang agar setiap SPPG yang beroperasi harus menyerap tenaga kerja dan sumber daya yang berada dalam wilayah SPPG tersebut,” tutur Wisnu.
Sementara itu, Tenaga Ahli Sekretaris Deputi Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional, Rustandi Wiramanggala memaparkan materi tentang MBG, mulai dari tugas pokok Badan Gizi Nasional (BGN), tujuan dari MBG, serta bagaimana cara menjadi mitra untuk mendirikan SPPG.
“Program MBG merupakan investasi jangka panjang yang bertujuan untuk mencetak generasi emas di tahun 2045, melalui pemenuhan gizi dalam tingkat nasional,” kata Rustandi.
Ia menjelaskan setiap SPPG yang sudah beroperasi akan dikepalai oleh seorang Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang di tetapkan oleh BGN. Kemudian satu orang akuntan dan satu orang ahli gizi, serta 44 tenaga kerja yang harus diambil dari dalam wilayah SPPG